Penulis: Rian Korengkeng
TVRINews, Manado
Mengantisipasi dampak cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Sulawesi Utara, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel serta dua armada kapal patroli penyelamat. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga, khususnya di tengah tingginya aktivitas transportasi laut.
Selain kesiapan menghadapi potensi kondisi darurat pencarian dan pertolongan (SAR), KSOP Manado juga tetap menjalankan patroli rutin pengawasan wilayah perairan. Pengawasan difokuskan pada aspek keselamatan kapal, kelengkapan dokumen, serta kepatuhan terhadap standar pelayaran.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Manado, Capten Benaya Yostavia, menegaskan bahwa patroli tetap berjalan seperti biasa, namun kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi prioritas.
“Kapal kami itu tetap berpatroli, namun jika ada kondisi darurat SAR kami juga ikut membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terus diperkuat, termasuk dengan instansi terkait di bidang keselamatan laut. Kolaborasi ini penting agar respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Di sisi lain, menghadapi arus mudik Lebaran 2026, KSOP Manado juga akan mengoperasikan Posko Angkutan Laut.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan pergerakan kapal dan penumpang, sekaligus menjadi sarana koordinasi lintas instansi dalam mendukung kelancaran dan keselamatan angkutan laut.
Dengan langkah siaga ini, KSOP Manado berharap aktivitas pelayaran di wilayah Sulawesi Utara tetap aman dan terkendali, meskipun cuaca kurang bersahabat.
Editor: Redaktur TVRINews





