Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten transportasi PT Blue Bird Tbk. (BIRD) bersiap melanjutkan ekspansi armada rendah emisi lewat mobil listrik (electric vehicle/EV) pada tahun ini secara bertahap dan proporsional.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan hingga saat ini, lebih dari 700 kendaraan listrik telah beroperasi di berbagai lini layanan Bluebird Group, mulai dari taksi reguler, rental mobil, hingga bus listrik.
Memasuki 2026, strategi ekspansi akan disesuaikan dengan kesiapan ekosistem kendaraan listrik di masing-masing kota, termasuk infrastruktur pengisian daya serta permintaan pasar.
“Penambahan armada listrik dilakukan secara bertahap dan proporsional hingga akhir tahun, dengan tetap menjaga stabilitas operasional serta menyesuaikan arah investasi dengan kesiapan ekosistem dan permintaan di masing-masing wilayah,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Dari sisi kinerja, kehadiran taksi listrik menjadi bagian dari implementasi strategi keberlanjutan perusahaan dalam pilar BlueSky. Transformasi ini tidak hanya berfokus pada penambahan EV, tetapi juga optimalisasi armada berbasis CNG (compressed natural gas) yang telah lama menjadi bagian strategi efisiensi dan penurunan emisi karbon.
Pendekatan terintegrasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya energi dan perawatan dalam jangka panjang. Selain itu, elektrifikasi armada memperkuat fondasi bisnis agar lebih adaptif terhadap dinamika regulasi serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap praktik ramah lingkungan.
Baca Juga
- Antam (ANTM) dan PTBA Kembali Sandang Status BUMN, Danantara Ungkap Alasannya
- Kredit Melejit 19,62% di Kota Penunjang IKN Nusantara pada 2025, Capai Rp41,68 Triliun
- Teka-teki Besaran Dividen BUMN 2026, Berapa Masuk Kantong Danantara?
“Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan memastikan perkembangan layanan tetap berjalan selaras dengan tanggung jawab lingkungan dan tata kelola yang baik,” imbuhnya.
Adapun dengan masuknya taksi listrik Vietnam, Xanh SM setahun belakangan ini justru dinilai membawa warna baru dalam kompetisi, terutama dalam hal model bisnis berbasis armada penuh electric vehicle atau EV.
Dia menegaskan, ekspansi kendaraan listrik bukan sekadar respons terhadap kehadiran pesaing baru, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun fondasi bisnis yang efisien dan berkelanjutan. Menurut Andre kehadiran pemain baru selalu positif untuk industri karena mendorong inovasi dan meningkatkan standar layanan.
“Fokus kami tetap sama yakni konsistensi pengalaman pelanggan, standar keamanan, dan layanan yang dapat diandalkan. Jadi, kami tidak melihat persaingan sebagai head to head, tetapi sebagai kesempatan membuktikan value proposition Bluebird,” katanya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2025 yang dipublikasikan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/10), laba tahun berjalan BIRD yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp482,59 miliar, meningkat 10,60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp436,30 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional yang dijalankan perseroan.
Pendapatan bersih BIRD mencapai Rp4,11 triliun per akhir September 2025, naik 12,29% dibandingkan Rp3,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan layanan taksi dan angkutan lainnya seiring pemulihan aktivitas ekonomi nasional.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




