Satu Tahun Andi Abdullah Rahim Pimpin Lutra: Fokus Tangani Banjir, Cetak Sawah, hingga Pengadaan Bibit Sawit

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, LUWU UTARA – Genap satu tahun Andi Abdullah Rahim menakhodai Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Sang Bupati memprioritaskan penanganan banjir, pencetakan sawah, hingga pengadaan bibit. Tujuannya guna mendongkrak ekonomi warga.

Memasuki tahun pertama masa jabatannya, adik kandung Makole Baebunta, Andi Syarifah Muhaeminah, ini terus memperkuat kedekatan dengan warga.

Dalam forum “Secangkir Kopi” di Baebunta pekan lalu, Andi Rahim menegaskan niatnya untuk membawa perubahan yang jauh lebih signifikan bagi daerah.

Ia pun meminta dukungan dan masukan kritis untuk memperkuat program-program prioritasnya.

“Jangan lelah memberikan masukan kepada kami, karena masukan dari masyarakat ibarat vitamin yang mampu memberikan kekuatan dan semangat bagi kami untuk selalu bekerja dan berkinerja demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Andi Rahim.

Untuk itu, kata Bupati, dukungan dari masyarakat akan membuat pemerintahannya dapat berjalan dengan baik sesuai koridor.

“Dukungan dan masukan dari bapak dan ibu sekalian, termasuk dari saudara-saudaraku semua merupakan asupan energi yang memacu kami untuk bekerja lebih keras, melangkah lebih cerdas, serta berintegritas dalam menjalankan amanah masyarakat,” imbuhnya, sembari berharap warga Baebunta dapat terus memberikan dukungannya kepada pemerintahan AMAN JI.

Bupati juga tak lupa menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah daerah yang nantinya dapat disinergikan dengan program pusat.

Beberapa di antaranya adalah program penanganan bencana banjir, cetak sawah, pengadaan bibit sawit, pengembangan kawasan peternakan, serta beberapa program prioritas pro rakyat lainnya.

Andi Rahim juga menyebutkan tiga strategi unggulan Pemda Luwu Utara untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang itu.

Strategi pertama, kata dia, bagaimana mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui berbagai program bantuan dan subsidi untuk meringankan beban dan biaya hidupnya.

“Fokus utama dari strategi ini adalah agar pendapatan yang dimiliki kelompok masyarakat rentan tidak habis hanya untuk kebutuhan dasar, sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih produktif,” jelas Bupati.

Strategi kedua, masih Bupati, adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui program-program yang dirancang untuk memperkuat daya saing dan kapasitas ekonomi yang dimilikinya.

“Strategi ini tentunya dengan harapan masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Luwu Utara ini mampu mendapatkan penghasilan lebih besar yang didapatkan secara mandiri,” terangnya.

Terkait strategi ini, Bupati fokus pada kawasan garis pantai yang memungkinkan dilakukannya pengembangan produk-produk laut, seperti rumput laut, ikan kerapuh, lobster, dan aneka produk laut lainnya, termasuk pembuatan keramba untuk ikan laut.

“Panjang garis pantai kita kan kurang lebih 72,65 km. Sehingga sangat cocok dilakukan berbagai upaya pengembangan dan pengelolaan jenis produk laut di sepanjang kawasan garis pantai kita,” terang alumnus Fakultas Teknik Unhas ini.

Dijelaskannya, fokus pada garis pantai ini berarti memprioritaskan pengelolaan, perlindungan, serta pengembangan wilayah perbatasan antara daratan dan laut alias sempadan pantai, karena sangat strategis dan ekonomis.

Sementara strategi yang ketiga, pihaknya berupaya meminimalisasi wilayah kantong kemiskinan. Upaya itu, kata dia, untuk mengatasi kemiskinan dengan cara memperbaiki kondisi lingkungan dan infrastruktur di area-area yang memiliki konsentrasi penduduk miskin yang tinggi.

“Strategi ketiga ini tentunya bertujuan agar wilayah-wilayah atau kantong-kantong kemiskinan tersebut tak lagi terisolasi atau tertinggal dalam hal kualitas hidup dan layanan dasar,” imbuhnya.

Lanjut Bupati mengatakan bahwa strategi pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara terukur dan masif melalui intervensi program yang tentunya tepat sasaran. Sehingga, kata dia, program bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat benar-benar fungsional dan bermanfaat.

“Kita tidak ingin hanya memberi ikannya saja, tetapi juga kailnya. Sehingga fokus kami di Luwu Utara ini adalah memastikan data masyarakat miskin benar-benar akurat berdasarkan by name by address, sehingga intervensi program tepat sasaran,” imbuhnya (shd)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AKBP Didik Ungkap Nama Bandar Narkoba dalam Suratnya: Erwin
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Shayne Pattynama Masih Takjub dengan Kualitas Pemain Lokal Timnas Indonesia, Rizky Ridho Dapat Pujian Khusus
• 3 jam lalubola.com
thumb
Korlantas: Pengusaha-pengemudi komit jaga keselamatan mudik Lebaran
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Kemeriahaan Perayaan Imlek di Kawasan SCBD, Ada Parade Budaya-Bazaar
• 21 jam laludetik.com
thumb
Investor Asing Borong Saham TUGU Dua Minggu Non Stop, Ada Apa?
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.