KKP Tebar 100 Titik Budidaya Tematik di Pulau Jawa untuk Stok Lele dan Nila MBG

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mematangkan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan protein hewani dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 100 titik pembangunan budidaya tematik kini tengah disiapkan di sepanjang Pulau Jawa guna menjamin stok ikan tetap stabil dan terjangkau.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan baku ikan yang kini mulai menjadi primadona dalam menu harian Satuan Pelayanan Bergizi Gratis (SPBG) di berbagai daerah.

BACA JUGA:KKP Patok Stok Ikan Nasional 7,3 Juta Ton Hingga Maret 2026, Aman Jelang Lebaran

Program budidaya tematik ini difokuskan pada komoditas yang paling banyak diserap oleh pasar lokal, yakni lele dan nila. Kedua jenis ikan ini dipilih karena selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, harganya juga dinilai paling kompetitif untuk masuk ke dalam skema anggaran SPPG.

"Alhamdulillah ada program dari KKP, yaitu Pembangunan Budidaya Tematik. Sudah ada 100 titik di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogya, dan dua titik di Jawa Barat," ujar Machmud selaku Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kamis 19 Februari 2026.

Menariknya, lokasi-lokasi budidaya ini tidak berdiri sendiri, melainkan langsung dikerjasamakan dengan SPBG sebagai offtaker atau penyerap hasil panen.

Dengan skema ini, para pembudidaya memiliki kepastian pasar, sementara program MBG mendapatkan jaminan stok ikan segar yang harganya tetap terkendali.

Selain ikan segar, KKP dan SPPG juga mulai melirik produk perikanan yang telah melalui proses pengolahan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan selera anak-anak sekolah sekaligus mempermudah proses penyajian di dapur-dapur pelayanan gizi.

Saat ini, berbagai varian produk seperti nugget nila hingga olahan bandeng tanpa duri sudah mulai masuk ke dalam daftar menu rutin.

BACA JUGA:Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Meninggal

"Sudah mulai banyak yang masuk ke SPBG, seperti olahan bandeng dan nila yang berbentuk nugget. Ini sangat membantu untuk diversifikasi menu agar anak-anak tidak bosan," kata Machmud.

Kehadiran program MBG ternyata juga membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil. Hingga saat ini, data menunjukkan sudah ada hampir 100 UMKM yang menjalin kerja sama resmi dengan SPBG untuk menyuplai berbagai kebutuhan bahan baku, termasuk ikan.

Khusus di bulan Ramadan, pihak pengelola juga telah menyiapkan strategi distribusi yang berbeda.

Untuk memastikan asupan protein tetap terjaga tanpa risiko makanan basi, SPBG mulai memperkenalkan menu ikan kering atau olahan yang lebih praktis untuk dibawa pulang oleh para siswa.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi buat Tradisi Meugang di Aceh
• 20 jam laludetik.com
thumb
Korupsi Izin Tambang di Kutai Kartanegara, Dua Mantan Kepala Dinas Ditangkap
• 9 jam lalukompas.id
thumb
KM Marina 7 Terbakar di Perairan Pulau Ular Cilegon, 1 Orang Meninggal Dunia
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Tarif Pakir Liar di Tanah Abang Bikin Mangelus Dada
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Pramono Dukung Polisi Tindak Tegas Jukir Liar di Tanah Abang!
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.