JAKARTA, DISWAY.ID - Sekilas Masjid Al-Mubarok yang terletak dalam Kompleks Museum TNI Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, tampak biasa saja, sama hal dengan Masjid-Masjid lain di Jakarta.
Namun, siapa sangka Masjid Tua Al-Mubarok sudah berdiri sejak 1527 atau sudah hampir berumur hampir 500 tahun, jauh sebelumn Indonesia merdeka.
BACA JUGA:Apa Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen?
BACA JUGA:Cegah Tawuran saat Ramadan, Polda Metro Kerahkan Pasukan Brimob!
Ditengah modernisasi kota Jakarta, Masjid Al-Mubarok masih berdiri kokoh dan menjadi saksi dari penyebaran agama Islam di Jakarta yang dulu masih bernama Batavia.
Diceritakan, Masjid Tua Al-Mubarok tidak lepas dari perjuangan Adipati Awangga yang bergelar Pangeran Kuningan.
"Pertama dibangun pada tahun 1527 oleh Pangeran Adipat Awangga bergelar Pangeran Kuningan (Syekh Arkanudding) dan pasukannya setelah ditaklukkannya Kerajaan Pajajaran di Sunda Kelapa serta dihancurkannya armada perang Portugis di Pelabuhan Sunda Kelapa oleh pasukan gabungan Demak dan Cirebon di bawah pimpinan panglima perang Palatehan Fadlilah Khan pada awal 1527, kemudian setelah diproklamirkannya Sunda Kelapa menjadi Jayakarta," tulis dalam sejarah yang terpampang dalam lingkungan Masjid.
Meski Masjid berserjarah, berjalannya waktu membuat Masjid ini mengalami kerusakan akibat dimakan zaman dan beberapa kali Masjid ini pengalami peremajaan.
BACA JUGA:Pesawat Pelita Air Service Jatuh di Nunukan Saat Angkut BBM!
BACA JUGA:Gojek Beri Santunan Keluarga Driver Ojol yang Tewas Saat On Bid di Batam
Masjid berornamen tradisional Jawa ini sempat mengalami beberapa kali pemugaran atau renovasi.
Pada tahun 1931, Masjid Al Mubarok masuk sebagai Monumen Koordonasi No. 238.
Kemudian di tahun 1972, masjid ini masuk dalam salah satu bangunan cagar budaya bersejarah dan dilindungi oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Untuk mewadahi kegiatan-kegiatan dan yang utama untuk memberikan perlindungan terhadap objek tersebut.
Sehingga di tahun 1972 terbitlah lembaran daerah dengan nomor 60 sebagai Monumen Masjid Tua Al Mubarok.
- 1
- 2
- »

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5503339/original/006964200_1771135346-1000363693.jpg)



