Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Washington DC
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto menilai bahwa kesepakatan perdagangan terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat nantinya akan berdampak positif terhadap inflasi dalam negeri. Di mana, terdapat dua keuntungan utama.
“Ya, saya pikir dampak dari kesepakatan ini pertama adalah kita memiliki nol impor untuk bahan baku makanan esensial seperti tahu dan tempe, serta untuk mie, yang digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. Jadi tidak ada inflasi karena makanan yang diproduksi oleh sektor pertanian di AS ini,” ujarnya pada Jumat, 20 Februari 2026
Kedua, lanjutnya akses pasar untuk tekstil dan pakaian jadi ke Amerika Serikat membuka peluang besar bagi industri nasional.
“Dengan dibukanya pasar tekstil dan pakaian jadi ke AS, kita tahu bahwa AS adalah pasar yang besar. Pasar mereka hampir 28 kali lipat dari pasar Indonesia,” ucapnya
“Jadi akses ke pasar AS sangat baik sehingga Indonesia berencana untuk memperluas industri tekstil dari ekspor sekitar 4 miliar menjadi 40 miliar dalam 10 tahun,” terusnya
Airlangga menegaskan, pembukaan pasar ini menjadi momentum bagi industri untuk melakukan ekspansi dan sekaligus menjaga stabilitas harga dalam negeri.
Dengan langkah tersebut, ia mengatakan pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sambil menghindari tekanan inflasi dari sektor pangan.
Editor: Redaktur TVRINews





