MBG: Amanah Konstitusi, Tak Boleh Disandera Syahwat Sektoral

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

(Artikel opini ini ditulis oleh Dr. Eko Wahyuanto, Pengamat Kebijakan Publik)

VIVA – ​Gugatan guru honorer ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah paradoks sejarah kebijakan publik sedang dipertontonkan diatas panggung politik. 

Baca Juga :
Gran Max Banyak Dipakai Proyek MBG, ADM Sulit Lacak Datanya
UU APBN soal MBG Digugat Sejumlah Pihak, Begini Respons Purbaya

Di satu sisi, perjuangan nasib pahlawan tanpa tanda jasa ikut mencerdaskan bangsa. Di sisi lain gugatan ini mendistorsi cita-cita luhur itu. 

Semua argumentasi diletakkan pada pondasi logika rapuh, jika tidak mau disebut salah sasaran.

​Gugatan ini lemah, secara hukum. dan cacat secara moral, sehingga patut dipertanyakan. Apalagi secara konstitusional, gugatan itu menabrak tembok besar bernama UUD 1945, frasa mencerdaskan kehidupan bangsa.  

Artinya para guru honorer sedang menabrak tembok "Masa Depan Bangsa" yang dibangun konstitusi.

Logika Terpeleset

​Purbaya Yudhi Sadewa sudah terang-terangan menyebut gugatan ini "lemah". Mengapa? Karena ada sesat pikir dalam melihat struktur APBN. 

Menganggap anggaran MBG sebagai "pencuri" jatah kesejahteraan guru honorer adalah simplifikasi berbahaya.

​Anggaran pendidikan 20 persen dari APBN  angka mati, perintah konstitusi sama sekali tidak bersentuhan dengan anggaran MBG. 

Persoalannya bukan pada "ada atau tidak ada uangnya", tapi pada bagaimana birokrasi mengelola distribusi dan prioritas di dalam angka 20 persen tersebut. 

MBG bukan rivalitas apalagi  musuh guru honorer. Keduanya adalah anak kandung komitmen negara, sama-sama lahir dari rahim konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Jika di belakang aksi ini ada skenario yang ingin membenturkan keduanya, hanya akan menciptakan kegaduhan tidak perlu. Apalagi di saat negara butuh akselerasi SDM.

MBG Bukan "Proyek", Tapi Amanah Konstitusi

​Banyak orang menyederhanakan logikanya, bahwa MBG adalah deret angka-angka rupiah dalam APBN. Padahal program ini penting bagi masa depan generasi Indonesia. 

Mengapa MBG itu krusial? Sebab kedaulatan bangsa sesungguhnya dimulai dari isi piring anak-anak kita.
​Pasal 28H dan Pasal 31 UUD 1945 bukan teks mati. Ia perintah agar negara hadir memastikan rakyatnya sehat dan cerdas. 

Bagaimana seorang guru honorer, betapapun hebatnya dia mengajar, bisa mentransfer ilmu kepada anak didik saat perutnya keroncongan atau otaknya mengalami stunting karena kekurangan gizi kronis?

Baca Juga :
Mendag Budi Tegaskan MBG Justru Bikin Harga Daging Ayam Stabil, Bukan Naik
Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG
Alasan SPPG di Pamekasan Salurkan Menu MBG Buah Kelapa Muda Utuh dan Telur Mentah: Uji Coba Buat Ramadhan
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7.000 Siswa Miskin PAUD-TK di Surabaya Dapat Beasiswa Rp50 Ribu Tahun 2026
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan, Ada Korban Tewas
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pimpinan KY Kunjungi KPK Menindaklanjuti OTT Hakim PN Depok
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendagri Terbitkan SE Gerakan Indonesia ASRI, Pemda Diminta Susun Kebijakan hingga Libatkan Masyarakat
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Hypermart (MPPA) Beli Deretan Properti Senilai Rp780 Miliar, dari Balaraja hingga Malioboro
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.