JEDDAH, DISWAY.ID-- Komitmen pelayanan terbaik bagi tamu Allah kembali ditegaskan dalam pertemuan khusus antara Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, dan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, yang berlangsung pada 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi.
Pertemuan dua hari ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi bilateral dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 1447 H/2026 M.
BACA JUGA:Gojek Beri Santunan Keluarga Driver Ojol yang Tewas Saat On Bid di Batam
BACA JUGA:Planet Sports Run 2026 Ajak 8.000 Peserta Unjuk Gigi Gaya Hidup Sehat
Dalam pembicaraan terbatas tersebut, kedua menteri sepakat bahwa keberhasilan pelayanan jemaah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kesuksesan dalam melayani tamu Allah bukan hanya keberhasilan satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif. Karena itu, seluruh kendala dalam persiapan penyelenggaraan haji tahun ini harus kita inventarisir dan carikan solusi bersama,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangan pers, Kamis, 19 Februari 2026.
Gus Irfan, sapaan akrabnya, secara khusus menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait aspek layanan, mulai dari penguatan sistem Nusuk, pengelolaan DAM, akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga integrasi berbagai layanan pendukung lainnya.
BACA JUGA:Kamu Dapat Transferan Saldo DANA Gratis Rp246.000 ke Dompet Digital, Klaimnya Pakai 2 Cara Ini
BACA JUGA:VIRAL! Lirik Lagu 'Balada Nabi Yusuf' untuk Bangunkan Sahur, Sebelas Bintang Matahari dan Rembulan Malam...
Seluruh poin tersebut menjadi perhatian bersama untuk memastikan pelayanan berjalan lebih efektif, terukur, dan humanis.
Kedua menteri juga menegaskan bahwa fokus utama pembahasan adalah keberhasilan penyelenggaraan haji 2026.
“Kami bersepakat, tidak ada agenda lain selain menyukseskan haji tahun 2026. Energi, perhatian, dan kerja sama kita diarahkan sepenuhnya untuk itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah Saudi Taufiq F. Al-Rabiah menegaskan komitmen kolaboratif dengan pernyataan yang disampaikan secara langsung, “Your success, my success. We must be success.”
BACA JUGA:Cara Dapat Tiket Gratis Masuk Ancol Saat Ramadhan 2026, Ngabuburit Puasa ke Pantai
BACA JUGA:Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Bersedia Ganti Rugi Sebesar Rp25 Juta
Pernyataan tersebut menjadi simbol kesepahaman bahwa keberhasilan pelayanan jemaah Indonesia merupakan bagian integral dari keberhasilan pelayanan haji secara global.
Pertemuan ini diawali dengan simposium dan workshop yang mempertemukan asosiasi travel Indonesia dengan berbagai syarikah Arab Saudi.
Forum tersebut membahas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam memastikan standar pelayanan terbaik bagi tamu Allah, sekaligus memperkuat koordinasi teknis di lapangan.
Selain aspek teknis penyelenggaraan, Menhaj Tawfiq juga mendorong penguatan kerja sama di bidang pariwisata dua arah.
“Kami berharap kunjungan wisata dari masyarakat Arab Saudi ke Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Hubungan haji dan umrah dapat menjadi jembatan yang mempererat interaksi sosial, ekonomi, dan budaya kedua negara,” ujarnya.
BACA JUGA:Musim Baru Dimulai, Aldi Satya Mahendra Siap Cetak Hasil Positif di World Supersport 2026
BACA JUGA:Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR, Momentum Ahmad Sahroni Tebus Dosa Masa Lalu
Terkait integrasi sistem dan berbagi pakai data haji dan umrah, kedua belah pihak sepakat untuk terus mengembangkan interoperabilitas sistem digital guna mempermudah pelayanan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat pelindungan jemaah. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan proses layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Sebagai penutup rangkaian pertemuan, kedua menteri melaksanakan kegiatan rihlah atau jaulah ke sejumlah lokasi bersejarah di dua kota suci.
Kegiatan tersebut menjadi refleksi spiritual atas amanah besar yang diemban dalam melayani jutaan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia.
“Kami menyadari bahwa setiap kebijakan dan setiap keputusan pada akhirnya bermuara pada kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah. Amanah ini harus kita jaga bersama,” pungkas Menhaj Tawfiq.





