Asosiasi Pesepak Bola Wanita Cile (ANJUF) resmi berganti status hukum dan diakui sebagai serikat pekerja pada Desember 2025 lalu. Perubahan status itu membuat pemain wanita dari Cile mendapat perlindungan dari undang-undang ketenagakerjaan.
Bergantinya status hukum ini juga membuat klub dan Federasi Sepak Bola Cile (ANFP) wajib berdiskusi dengan pemain perihal negosiasi kontrak, tunjangan, dan masalah ketenagakerjaan lainnya.
Presiden ANJUF, Javiera Moreno, menyambut baik pergantian status hukum ini. Dirinya pun ingin mendorong agar hal serupa terjadi di negara lain.
“Tujuan kami adalah menyebarkannya ke negara lain. Saya tidak tahu apakah di tempat lain jalannya adalah dengan membentuk serikat khusus untuk wanita. Ini dibutuhkan di sini, tetapi saya pikir setidaknya perlu ada perwakilan pemain perempuan di setiap serikat pemain sepak bola di setiap negara," kata Moreno dikutip dari The Guardian.
ANJUF sendiri sudah berdiri sejak satu dekade silam atau tepatnya pada 2016. Serikat pemain wanita tersebut diinisisasi oleh sejumlah legenda Timnas Wanita Cile seperti Christiane Endler, Iona Rothfeld, dan Camila García.
Tujuan awal didirikannya ANJUF ialah untuk memperbaiki kondisi pesepak bola wanita di Cile, karena di periode tersebut masih banyak pemain yang belum punya perlindungan dasar. Sejak saat itu, organisasi yang berubah menjadi serikat pekerja ini mendorong jaminan perawatan medis bagi para pemain profesional dan mengembangkan kebijakan untuk mengatasi pelecehan, intimidasi, dan kondisi kerja yang tidak aman.
Pada tahun 2022, pemerintah Cile juga mengesahkan undang-undang yang mewajibkan klub divisi pertama dan kedua untuk memiliki semua pemain mereka dalam kontrak profesional. Ini berhasil tercapai tiga tahun berselang pada 2025.
“Kolaborasi itu selalu menjadi alat utama kami, dan sekarang akan tetap seperti itu. Artinya, kami terus berbicara dengan klub-klub, tetapi tujuan kami juga untuk membangun peran kami sebagai serikat pekerja, yang tidak hanya tentang menangani kontrak pemain, tetapi juga tentang profesionalisasi liga kami,” lanjutnya.
Salah satu tokoh sentral dalam perjuangan ini adalah Camila Garcia. Wanita yang kini menjadi Anggota Dewan dan Wakil Presiden FIFPro itu percaya bahwa serikat pekerja penting untuk mendukung pemain yang ingin berperan lebih aktif dalam negosiasi ketenagakerjaan.
Kini, Garcia dengan perannya yang cukup sentral di FIFPro juga ingin mendorong asosasi pemain wanita di kawasan Amerika Selatan lainnya untuk bisa seperti ANJUF.
“Kami sangat terbuka tentang kemungkinan itu, kami menawarkan setiap perlindungan yang kami bisa,” ujar Garcia.





