Sepanjang kawasan Kampung Kue Jalan Rungkut Asri I, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, tampak ramai dipenuhi warga, Kamis (19/2) sore. Mereka tengah berburu takjil dengan beraneka macam makanan.
Ragam jenis takjil yang tersedia di kawasan ini mulai dari gorengan, dimsum, siomay, pepes, onde-onde, martabak, sempol, es buah, es kopyor dan lainnya.
Pantauan kumparan, sejak pukul 16.00 WIB, kawasan ini sudah dipenuhi pembeli. Lalu lalang warga untuk membeli maupun sekadar melihat-lihat memadati pinggir Jalan Rungkut Asri I.
Antusias pengunjung diceritakan oleh Mariyati (60 tahun), warga Kampung Kue Rungkut Asri. Sejak pukul 16.00 WIB, dagangannya hampir ludes terjual.
Mariyati jualan berbagai macam kue tradisional, seperti onde-onde, kue lumpur, bolu pisang, tahu isi dan sebagainya.
"Makanan tradisional semua, tadi sudah habis. Kayak klepon, nogosari, sudah habis tinggal ini," kata Mariyati kepada kumparan.
Ia membanderol jualannya mulai dengan harga Rp 1.500-2.500. Dagangannya tersebut juga berasal dari kampung kue sendiri.
"Khusus kampung kue yang masak, saya cuma jualannya," ucapnya.
Mariyati berjualan di kawasan Kampung Kue ini sudah puluhan tahun di setiap bulan Ramadan.
"Sudah lama, puluhan tahun. Iya kalau puasa sampai lebaran. Kalau habis lebaran di kampung kue lagi," ujar dia.
Sementara itu, April, perempuan asal Sidoarjo mengaku berniat untuk berburu takjil di kawasan Kampung Kue ini usai pulang kerja.
"Dulu kebetulan kuliah dekat sini daerah Rungkut jadi dari tahu ke tahun tahu kalau di sini banyak orang jual takjil. Jadi pulang kerja mampir sini," ucap April.
April dua tahun berturut-turut berburu takjil di kawasan Kampung Kue. Kali ini, ia hanya menghabiskan uang Rp 10 ribu untuk berburu takjil.
"Aku udah dua tahun ini ke sini. Beberapa kali ke sini. Gorengan, molen, onde-onde, martabak telur. Ini Rp 10 ribu kayaknya totalnya," kata dia.





