Kelurahan Gandaria Selatan menggelar mediasi untuk menyelesaikan permasalahan warga terganggu suara bising lapangan padel milik Fourthwall Padel pada Kamis (19/2).
Hasilnya, pihak Fourthwall Padel berjanji akan memasang dinding soundproof untuk meredam suara bising lapangannya. Pemasangan dilakukan selama bulan puasa dan jam operasional akan dikurangi 50 persen hingga pemasangan dinding selesai.
Salah satu warga yang menjadi pelapor dalam kasus ini, Naufal, menyebut para warga masih tak puas dengan hasil ini. Tuntutan mereka tak ada yang dikabulkan sama sekali.
“Tuntutan kita: Satu, penghentian operasional secara total. Meminta pihak Fourthwall Padel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operasional di lokasi. Terus, kami berhak mendapatkan kembali ketenangan, keamanan, kenyamanan hidup kami sebelum adanya Fourthwall Padel,” ucap Naufal usai mediasi.
“Terus ada audit. Kami memohon audit dan pemeriksaan izin kembali oleh pemerintah. Mendesak dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh izin operasional Fourthwall Padel. Mempertanyakan legalitas bangunan yang beroperasi meskipun telah menerima SP1, SP2, SP3, SPPKS hingga SPP dari Dinas Cipta Karya pada periode Oktober-November 2025,” tambahnya.
Mereka menilai, solusi paling tepat dari permasalahan ini adalah penghentian operasional Fourthwall Padel. Sebab, pengurangan dampak suara saja dinilai tidak cukup.
“Lingkungan kami adalah area hunian residensial. Kami ingin dilindungi dari gangguan suara dan getaran dari aktivitas komersial intensitas tinggi. Dan kami berharap pemerintah mengevaluasi secara objektif,” ucap Naufal.
“Jika aktivitas ini dapat berjalan tanpa mengganggu lingkungan hunian, maka penghentian operasional menjadi langkah paling logis. Itu aja tuntutan kami,” tambahnya.
Meski begitu, menurutnya, para warga akan menagih janji pemasangan soundproof. Di tengah prosesnya, mereka meminta jam operasional dibatasi, hanya sampai pukul 19.00.
“Soalnya di rumah kita ada balita yang berumur satu setengah tahun. Dan balita biasanya udah tidur jam 7 kan,” ucap Naufal.
“Masih kurang puas lah intinya. Sama lah warga,” tambahnya.
Menurutnya, soal pembatasan jam operasional hingga pukul 19.00 saja masih akan dibahas oleh manajemen Fourthwall.
“Iya, karena mereka juga masih bahas sama manajemen. Kita udah ngajuin jam 7, mereka setuju apa enggak, masih dibahas sama manajemen,” tandas Naufal.
Di sisi lain, perwakilan Fourthwall Padel, Fajar mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memasang dinding soundproof selama bulan puasa ini. Meski begitu, mereka tetap menawarkan jam operasional sampai pukul 21.00.
“Ya, jam operasional terus terang kami mengajukan di jam 1 siang sampai jam 9 malam cuman dari pihak terlapor ini jam operasional itu menginginkan dari jam 2 siang sampai jam 7. Sebenarnya hanya negosiasi sedikit saya rasa harusnya ini bisa sepakat lah,” ucap Fajar.
Masalah Belum SelesaiLurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil menilai kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk pemasangan dinding soundproof. Namun, penyelesaian masalah ini akan dilihat usai dinding soundproof terpasang.
“Itu tadi beliau (warga) menyampaikan bahwa kita akan mengadukan lagi (apabila masih berisik usai pakai soundproof), kata dia, seperti itu,” jelas Ikhsan.
“Makanya saya bilang tadi, harus ada tes desibel setelah pemasangan soundproofing. Jangan cuma menerima hasil akhirnya saja, seperti itu. Tapi harus dites. Pakai alat, itu didiamkan, kalau nggak salah tiga hari dipasang, nanti ada hasilnya,” tambahnya.
Nantinya, maksimal desibel yang boleh keluar hanya sampai 70 desibel.
“(Maksimal) 70 desibel. Untuk, tadi yang apa namanya, untuk perdagangan, dan 55 untuk pemukiman. Tadi kalau nggak salah ya, seperti itu,” tandas Ikhsan.





