Polda Metro Jaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan dengan aktivitas positif. Perubahan ritme hidup selama bulan puasa diprediksi akan meningkatkan mobilitas warga, yang juga berpotensi memicu kerawanan Kamtibmas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa Ramadan harus disambut dengan kebahagiaan, baik dari sisi ekonomi maupun budaya. Namun, ia mewanti-wanti agar tradisi seperti Sahur on The Road (SOTR) tidak melenceng dari esensinya.
"Gangguan kamtibmas berupa apa? Dengan banyaknya mungkin balap liar, adanya sahur on the road yang tidak digunakan pada semestinya. Harusnya kita memberikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan tetapi malah dijadikan untuk kongko-kongko, menggunakan minum-minuman keras, atau bahkan memicu untuk trigger terjadinya aksi tawuran," ujar Budi usai kegiatan Korve Lingkungan di Kolong Tol Priok, Jakarta Utara, Kamis (19/2).
Budi menghimbau para orang tua untuk lebih ketat memantau aktivitas putra-putrinya agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif. Ia menyoroti munculnya titik-titik kumpul yang kerap memicu rasa ketakutan di masyarakat atau fear of crime.
"Tempat itu jadi tongkrongan yang digunakan bukan hal semestinya, bahkan mohon maaf, mengkonsumsi minuman beralkohol, miras, yang mengganggu," lanjutnya.
Terkait patroli, Polda Metro Jaya melalui 13 Polres jajaran akan memetakan titik rawan, mulai dari rawan kemacetan akibat pasar tumpah takjil hingga area rawan gangguan keamanan.
Mengenai fenomena SOTR, polisi tidak secara eksplisit melarang, namun memberikan catatan tegas mengenai regulasinya agar tetap tertib dan tepat sasaran.
"Harap ini benar-benar digunakan untuk hal-hal yang sesuai pada ketentuannya. Maka diatur regulasinya, arus lalu lintasnya, konvoinya berapa banyak kendaraan, tepat sasaran ke mana, si penerima sudah dihubungin belum? Jadi nggak ngeler secara konvoi nggak karu-karuan," jelas Budi.
Begitu juga dengan pembagian takjil di jalan raya. Polisi mengimbau komunitas agar tidak membagikan takjil di jalur cepat atau tikungan karena membahayakan pemberi maupun penerima, serta tidak mengganggu arus lalu lintas.
Menjelang operasional dunia malam di bulan Ramadan, Polda Metro Jaya meminta organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau sweeping.
"Sudah dihimbau untuk ormas tidak melaksanakan sweeping ya di tempat-tempat rumah makan segala macam, karena memang ada juga saudara-saudara kita yang tidak melaksanakan ibadah puasa," tegas Budi.
Ia menambahkan bahwa sudah ada regulasi pemerintah yang mengatur jam operasional tempat hiburan malam. Jika masyarakat menemukan pelanggaran, ia meminta warga melapor melalui layanan call center 110.
"Polda Metro Jaya hanya memberikan himbauan artinya untuk kita lebih bijak untuk tidak melaksanakan sweeping. Ada kepolisian, ada pemerintah yang bisa menampung aspirasi dari teman-teman sekalian," tutupnya.





