Konten Lokal Mulai Saingi Drama Korea, Film AI Nusantara Raih Penghargaan Cannes

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Film Indonesia kian kompetitif di pasar global dan domestik. Konten lokal mulai menyaingi popularitas drama Korea Selatan alias drakor di platform streaming video, sementara film AI berjudul ‘Nusantara: Gajah Mada’ raih penghargaan di Palme d'Or di Festival Film Cannes 2025.

Film AI berjudul ‘Nusantara: Gajah Mada’ itu diproduksi oleh Neyra Vision. Film buatan platform AI ini mendapatkan anugerah Film Dokumenter Terbaik di Festival Film Internasional AI selama Festival Cannes.

Dikutip dari saluran Neyra Vision di YouTube, film AI Nusantara berdasarkan kisah nyata yakni mengangkat perjalanan epik Gajah Mada tokoh legendaris yang mempersatukan nusantara.

“Film ini dibuat dengan kekuatan AI, memadukan sejarah, mitos, semangat, dan ketangguhan Indonesia kuno,” demikian dikutip dari channel YouTube Neyra Vision.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra Yudhistira (@indrayr)

Neyra Vision merupakan studio film AI. Perusahaan ini menggabungkan kecerdasan buatan, pembuatan film, dan pendidikan untuk membangun ekosistem kreatif berkelanjutan yang selaras dengan Indonesia Emas 2045.

Konten serial drama maupun film Indonesia juga mulai menyamai popularitas drama Korea Selatan alias drakor di aplikasi streaming video, seperti Netflix, VIU hingga Vidio.

Laporan terbaru dari Media Partners Asia (MPA) melalui platform pengukurannya, AMPD, menunjukkan langganan video on demand atau VOD premium di Asia Tenggara tumbuh 19% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi lebih dari 61 juta pelanggan berbayar di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.

Perubahan terbesar terjadi pada pola konsumsi konten. Untuk pertama kalinya, pada kuartal IV 2025, konten lokal Indonesia mencapai tingkat penonton yang setara dengan drama Korea Selatan atau drakor di layanan streaming premium.

Keduanya masing-masing mencatat pangsa sekitar 30% dari total penonton, dengan jangkauan mencapai 47% – 48% pengguna. Pencapaian ini menandai pergeseran struktural dalam preferensi penonton di Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan meningkatnya daya tarik cerita lokal.

Sejumlah konten orisinal Indonesia bahkan masuk daftar tayangan paling banyak ditonton, terutama melalui platform Vidio. Tren ini memperlihatkan kekuatan komersial penceritaan domestik dalam mendorong pertumbuhan pelanggan dan keterlibatan pengguna.

Analis utama MPA Dhivya T menyebut fenomena ini sebagai perubahan besar dalam industri streaming di Asia Tenggara. Menurut dia, meskipun drama Korea atau drakor masih menjadi daya tarik utama di Asia Tenggara, produksi lokal kini memainkan peran yang jauh lebih penting dalam menarik pelanggan baru dan meningkatkan loyalitas penonton.

Indonesia menjadi contoh paling menonjol, karena judul lokal mampu bersaing langsung dengan drakor puncak peringkat layanan streaming premium. Indonesia menjadi pasar terbesar dan pendorong utama pertumbuhan streaming Asia Tenggara sepanjang 2025.

Jumlah pelanggan layanan premium mencapai 26,9 juta, menyumbang sebagian besar pelanggan baru dan total jam menonton di kawasan. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai platform global dan regional, termasuk Netflix, Viu, Vidio, dan iQIYI.

Kenaikan popularitas konten lokal Indonesia menjadi sorotan utama, karena menandai perubahan preferensi penonton regional dari dominasi konten impor menuju produksi domestik.

Kinerja konten Indonesia yang mampu menyamai drama Korea atau drakor menunjukkan kematangan industri kreatif nasional, mulai dari kualitas produksi hingga distribusi digital.

Perubahan itu menandai era baru industri streaming Asia Tenggara, di mana konten lokal semakin berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi konten digital terbesar di kawasan sekaligus pemain penting dalam industri hiburan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua KPK Respons Wacana Perubahan UU: Bekerja Saja Lah!
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Melihat Uniknya Arsitektur Multikultur Masjid Hidayatullah di Jaksel
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Seni Bersikap Bodo Amat pada Privasi: Jerat Hukum Upload Dokumen ke AI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Menohok! Diminta DPR Beberkan Kasus Adies Kadir, Ketua MKMK: Lebih Baik Saya Diberhentikan
• 5 jam laludisway.id
thumb
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang di Pegunungan Sumut, Waspada Banjir dan Longsor
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.