Ray Rangkuti: Sjafrie Sjamsoeddin Tambah Daftar Capres Individu di Pilpres 2029

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di bursa calon presiden menambahkan daftar calon individu di Pilpres 2029.

Menurut Ray, fenomena ini bukanlah hal yang baru dalam perpolitikan Indonesia.

BACA JUGA: Sjafrie Sjamsoeddin Berpeluang Kuat Masuk Kandidat Capres 2029, dengan Catatan

"Makin banyak peluang bagi tokoh-tokoh individual untuk dapat dicalonkan sebagai pemimpin nasional. Kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin memperpanjang deretan mama itu (capres individu), muncul karena kiprah sendiri, tanpa partai,” ujar Ray Rangkuti, Kamis (19/2/2026).

Ray menegaskan kecenderungan tersebut bukanlah sesuatu yang baru.

BACA JUGA: Analisa Ray Rangkuti soal Peluang Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029

Dia mencontohkan di kontestasi pilkada, calon-calon individual banyak bermunculan dan bahkan banyak yang sukses menjadi kepala daerah.

"Sebagian mereka memang tetap dicalonkan partai. Tapi, mereka membangun citra melalui akselerasi individual mereka sendiri. Seturut dengan itu, tokoh-tokoh partai makin kurang diminati," tegas Ray.

BACA JUGA: Sjafrie Sjamsoeddin Punya Elektabilitas Tinggi, Pengamat Teringat Peta Politik Pilpres 2004

Ray juga menilai kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin juga menambah daftar saingan bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka. Pasalnya, posisi Gibran makin dikejar oleh tokoh-tokoh lain.

"Sekalipun namanya masih bertengger sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi, tetapi kehadiran individu-individu baru menambah banyaknya calon yang layak dipertimbangkan oleh Prabowo. Dan, itu dengan sendirinya, membuat peluang Gibran terpepet," ujar Ray.

Hanya saja, kata Ray, pencalonan Sjafrie Sjamsoeddin bisa menjadi peluang, tetapi sekaligus menimbulkan ketidaknyamanan bagi Presiden Prabowo Subianto.

Jika berduet dengan Prabowo bakal mengalami kendala karena gabungan purnawirawan TNI dan minus partai koalisi.

"Di sinilah masalahnya. Hal ini bisa menjadi peluang, tetapi sekaligus bisa menimbulkan ketidaknyamanan Prabowo. Jika digabungkan dengan Prabowo minusnya TNI dan TNI dan minus koalisi partai,” ujar Ray.

Namun, kata Ray, jika tidak bersama Prabowo, tentu saja Presiden ke-8 RI itu Prabowo akan mempersempit peluangnya untuk melaju.

“Ini bisa jadi berkah, tetapi sekaligus jadi pemecah Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin," pungkas Ray.

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029

Hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029 termasuk, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

"Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," ujar Peneliti IPI Abdan Sakura dalam konferensi pers rilis hasil survei bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' di Semanggi, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie Sjamsoeddin berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen disusul Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen.

Di puncak elektabilitas dikuasai Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen. Angka tersebut jauh melampaui tokoh lainnya.

Elektabilitas Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan angka elektabilitas 12,2 persen dan disusul Ganjar Pranowo di angka 9 persen, Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan 8,5 persen, lalu Gubernur Jakarta sekarang Pramono Anung 7,8 persen dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 7,9 persen.

Abdan menjelaskan munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi - misi dan program kerja.

Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin, seperti kepemimpinan dan ketokohannya di angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.

"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie Sjamsoeddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral," ujar Abdan.

Lebih lanjut, dia mengatakan Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya 'pemain utama.

Sementara itu, rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual.

Survei Indonesian Public Institute (IPI) digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden yang merupakan masyarakat berusia 17 tahun - 65 tahun dan berasal dari 35 Provinsi di Indonesia.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah Multistage Random Sampling. Metode ini adalah teknik sampling di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap (stage), dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak (random).

Berdasarkan teknik sampling tersebut, sampel berasal dari 35 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera Turun, Kini 12.994 Orang
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Pendaftaran SNBP 2026 Ditutup, Kapan Pengumuman? Ini Jadwal dan Cara Ceknya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Ancam Cabut Izin Lapangan Padel yang Langgar Aturan
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Perusahaan Indonesia-AS Teken Kesepakatan Bisnis Rp118 Triliun
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kompolnas: Sidang Etik AKBP Didik Ungkap Asal Narkoba dan Sirkulasi Uang
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.