Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan informasi terkait skema pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dirinya mengatakan untuk pembayaran utang tersebut dengan mekanisme APBN 100 persen masih menunggu petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto. "Saya masih tunggu petunjuk. Saya masih tunggu petunjuk," kata Purbaya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin, dikutip Kamis (19/2).
Hingga sekarang dirinya belum mengetahui skema apa yang akan digunakan untuk pembayaran utang tersebut. Informasi yang diterimanya hanya dari Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani.
"Belum tahu. Belum ada petunjuk khusus dari Presiden. Adanya dari Rosan, dari itu kan belum jelas," ucap dia.
Baca Juga: Purbaya Beberkan Kapan Pencairan THR ASN Termasuk TNI dan Polri
Ia menegaskan menunggu tugas dari Presiden, dan hingga kini masih belum ada kepastian. "Saya kalau ada petunjuk Presiden saya kerjain, sekarang belum. Paling tidak, ada tapi belum firm," imbuhnya.
"Iya (utang KA Cepat dibayar dengan APBN)," tegasnya saat ditanya pewarta di Stasiun Gambir, pada Selasa(10/2/2026).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mengatakan pembayaran utang kereta cepat akan menggunakan APBN. Dan hingga sekarang proses negosiasi masih berlangsung dengan BPI Danantara sebagai perwakilan.
Untuk diketahui, utang proyek Whoosh saat ini mencapai 7,3 miliar dolar AS atau setara Rp116 triliun. Sebagian besar utang tersebut berasal dari pinjaman luar negeri, terutama China Development Bank (CDB).





