Pemerintah Bidik Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji RI

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Indonesia tengah membidik untuk membuka akses ekspor produk perikanan budidaya ke pasar Arab Saudi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Ishartini Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) menjelaskan, langkah tersebut dilakukan melalui tim terpadu yang dibentuk dalam kerangka ekosistem pangan haji dan umrah.

Tim ini berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai salah satu anggota utama.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026), Ishartini menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah bernegosiasi dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) guna memperoleh persetujuan masuknya produk ikan budidaya Indonesia ke pasar Saudi.

“Memang kita belum mendapatkan persetujuan, tetapi ini sudah dalam proses. Seluruh persyaratan yang diminta SFDA sudah kami penuhi,” kata Ishartini seperti dikutip Antara.

Ia menegaskan Badan Mutu KKP sebagai otoritas kompeten pengawasan mutu hasil perikanan telah melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Saudi untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.

Menurutnya, keberadaan tim terpadu ekosistem pangan haji dan umrah menjadi dorongan penting agar proses persetujuan dapat segera rampung.

“Jadi kita tinggal menunggu saja, mudah-mudahan dengan adanya tim terpadu untuk ekosistem haji dan umroh ini, produk budidaya bisa segera bisa memasuki pasar Saudi,” ujarnya.

Data KKP menunjukkan produksi ikan budidaya nasional pada 2024 mencapai 15,75 juta ton. Komoditas terbesar berasal dari rumput laut sebesar 9,85 juta ton. Selain itu, produksi nila mencapai 1,56 juta ton, lele 1,15 juta ton, bandeng 792.864 ton, ikan mas 523.796 ton, serta patin 381.969 ton.

Sebelumnya, Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) menyatakan pemerintah tengah mengupayakan ekspor komoditas ikan Indonesia sebagai bagian dari penyediaan pangan bagi jamaah haji dan umrah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta pada Selasa (10/2/2026), ia mendorong agar komoditas ikan nasional, termasuk ikan patin, dapat masuk ke pasar Saudi guna mendukung kebutuhan konsumsi jamaah.

Rencana ekspor produk perikanan ini menjadi lanjutan kerja sama pangan Indonesia–Arab Saudi, setelah sebelumnya pemerintah memperoleh persetujuan ekspor beras ke negara tersebut tahun ini. (ant/bil)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesepakatan Dagang RI-AS Tinggal Finalisasi Legal Scrubbing, Mendag: Kita Tunggu Saja
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Persija Jakarta Diterpa Kabar Buruk Jelang Menghadapi PSM Makassar: Sejumlah Pemain Absen Akibat Cedera hingga Akumulasi Kartu
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran-Rusia Gelar Latihan Militer Bersama di Laut Oman, Dekat Kapal Induk AS
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Sara Duterte Resmi Umumkan Pencalonan Presiden Filipina 2028 dalam Konferensi Pers Perdana
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Temuan Langka di Meja Bedah, Jenazah Pria 79 Tahun Ternyata Punya 3 Penis
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.