INFEKSI Saluran Pernapasan Akut atau ISPA merupakan kondisi peradangan pada saluran napas, mulai dari hidung hingga paru-paru, yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Di tengah kondisi cuaca tahun 2026 yang tidak menentu, menjaga kesehatan paru menjadi prioritas utama.
Dokter spesialis paru menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif daripada pengobatan, mengingat risiko komplikasi seperti pneumonia yang bisa berakibat fatal.
Apa Saja yang Harus Diwaspadai?Berdasarkan tinjauan medis, ada beberapa faktor risiko dan kebiasaan yang harus diwaspadai agar Anda tidak mudah terpapar ISPA:
Baca juga : Mengapa Vaksin Influenza Harus Diulang Setiap Tahun? Ini Penjelasan Medisnya
1. Paparan Polusi Udara dan Asap RokokPolusi udara, baik di luar ruangan maupun di dalam rumah (asap rokok dan asap dapur), merupakan iritan utama saluran napas. Zat berbahaya dalam polusi dapat merusak bulu-bulu halus (silia) di saluran napas yang berfungsi menyaring kotoran. Jika silia rusak, kuman lebih mudah masuk dan menetap.
2. Kebersihan Tangan yang TerabaikanBanyak virus penyebab ISPA, seperti Rhinovirus dan Influenza, berpindah melalui sentuhan. Menyentuh wajah (mata, hidung, mulut) dengan tangan yang terkontaminasi adalah jalur cepat masuknya virus ke sistem pernapasan.
3. Lingkungan yang Terlalu Lembap atau PadatRuangan dengan ventilasi buruk dan kelembapan tinggi memicu pertumbuhan jamur yang dapat mengiritasi paru. Selain itu, berada di kerumunan orang yang sedang sakit tanpa perlindungan masker meningkatkan risiko tertular melalui droplet (percikan air liur).
Baca juga : Panduan Lengkap Membedakan Infeksi Saluran Pernapasan: Super Flu vs Covid-19
People Also Ask: Bagaimana Cara Mencegah ISPA secara Efektif?Berikut adalah checklist praktis yang direkomendasikan oleh para ahli medis:
- Terapkan Prinsip CERDIK: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
- Gunakan Masker di Area Berisiko: Terutama saat berada di transportasi umum atau wilayah dengan indeks kualitas udara (AQI) yang buruk.
- Lengkapi Vaksinasi: Vaksin influenza tahunan dan vaksin pneumokokus sangat disarankan bagi kelompok berisiko.
- Optimalkan Udara Ruangan: Gunakan air purifier dengan filter HEPA dan pastikan ventilasi rumah baik.
- Hidrasi yang Cukup: Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk menjaga kelembapan saluran napas.
Segera lakukan konsultasi jika Anda mengalami gejala "Red Flag" seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun lebih dari 3 hari, atau batuk berdahak yang disertai darah.
Sumber Referensi:
- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)





