jabar.jpnn.com, BOGOR - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk bergerak cepat apabila terjadi kenaikan harga bahan pokok di wilayah masing-masing.
Tomsi menegaskan, setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, harus segera ditindaklanjuti secara serius.
BACA JUGA: Prabowo Ajak Perusahaan Besar AS Tingkatkan Investasi Alat Kesehatan di Indonesia
Menurutnya, kenaikan kecil yang diabaikan berpotensi menjadi lonjakan signifikan apabila tidak direspons dengan pengawasan yang memadai.
“Begitu ada kenaikan di atas harga eceran tertinggi, segera dalami, kenapa naik,” kata Tomsi.
BACA JUGA: Prabowo dan AS Capai Kesepakatan Solid, Perjanjian Tarif Resiprokal Segera Ditandatangani
Ia menekankan bahwa pengawasan harga bahan pokok merupakan tanggung jawab utama pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Penegasan tersebut disampaikan di tengah mulai terlihatnya gejolak harga saat Ramadan.
BACA JUGA: PKS Belum Bahas Dukungan Pilpres 2029, Fokus Sukseskan Pemerintahan Prabowo
“Baru masuk ramadan, harga sudah naik. Nah ini yang merupakan tantangan kita semua,” ujarnya.
Tomsi juga menyoroti anomali harga yang terjadi di sejumlah daerah produsen komoditas.
Ia menilai kenaikan harga di wilayah penghasil justru perlu mendapat perhatian khusus agar tidak terjadi penyimpangan dalam rantai distribusi.
“Daerah-daerah penghasil cabai itu malah naik. Ini harus jelas, kenapa daerah penghasil cabai naik, padahal cabainya melimpah,” katanya.
Untuk itu, ia meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan), serta instansi terkait meningkatkan pengawasan langsung di lapangan.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak boleh hanya berhenti pada rapat koordinasi, tetapi harus diwujudkan melalui pemantauan di pasar dan jalur distribusi.
Tomsi juga mengingatkan aparatur pemerintah agar tidak menilai kenaikan harga dari sudut pandang pribadi, melainkan mempertimbangkan kondisi masyarakat secara umum.
“Jangan mengukur dengan kondisi kita sendiri. Kalau bagi kita naiknya sedikit, belum tentu bagi masyarakat tidak terasa,” tuturnya.
Ia berharap, melalui disiplin, komitmen, dan pengawasan berkelanjutan, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga pangan sehingga tetap terjangkau sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi kesejahteraan rakyat. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)



