Bisnis.com, JAKARTA – Sistem pendingin kerap luput dari perhatian pemilik mobil, padahal fungsinya krusial untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Ketika radiator bermasalah, dampaknya bisa langsung terasa, yaitu mesin cepat panas, performa menurun, hingga risiko kerusakan komponen internal yang biayanya tidak sedikit.
Masalah overheat umumnya dipicu sirkulasi cairan pendingin (coolant) yang tidak optimal. Air radiator yang cepat berkurang, munculnya karat pada reservoir, atau suhu mesin yang naik saat macet menjadi sinyal awal adanya gangguan pada sistem pendingin.
Perawatan radiator secara berkala menjadi langkah preventif untuk menjaga kinerja mesin tetap prima. Tanpa servis rutin, kerak dan kotoran dapat menumpuk di saluran pendingin dan menghambat proses pelepasan panas.
Melansir laman resmi Daihatsu, berikut ulasan lengkap mengenai fungsi radiator, risiko jika terjadi kerusakan, serta kisaran biaya servis yang umum ditemui di bengkel.
Radiator bertugas menurunkan suhu coolant yang telah menyerap panas dari mesin. Cairan tersebut dialirkan ke radiator untuk didinginkan sebelum kembali bersirkulasi. Proses ini memastikan temperatur mesin tetap berada dalam rentang kerja ideal.
Jika radiator kotor atau tersumbat, aliran coolant menjadi tidak lancar. Dampaknya, proses pendinginan tidak maksimal dan mesin lebih rentan mengalami overheating. Selain itu, konsumsi bahan bakar bisa meningkat dan komponen seperti water pump berisiko mengalami keausan lebih cepat.
Baca Juga
- Ini Cara Aman Mengisi Air Radiator Mobil & Tips Perawatannya
- Segera Cek! Ini Tanda Air Radiator Mobil Habis dan Bahayanya
- Ini 5 Penyebab Sirkulasi Air Radiator Mobil yang Rusak
Overheat yang terjadi berulang kali dapat memicu kerusakan serius, seperti cylinder head melengkung, gasket silinder jebol, hingga kerusakan mesin secara menyeluruh. Dalam banyak kasus, biaya perbaikan akibat overheating jauh lebih mahal dibandingkan servis radiator secara rutin.
Estimasi Biaya Servis RadiatorBiaya servis radiator bervariasi tergantung jenis perbaikan dan tipe kendaraan. Misalnya, flushing radiator untuk membersihkan kerak umumnya berada di kisaran Rp150.000–Rp400.000 dan disarankan setiap 20.000–40.000 kilometer.
Untuk kebocoran ringan, biaya perbaikan berkisar Rp200.000–Rp600.000, tergantung tingkat kerusakan. Penggantian tutup radiator relatif terjangkau, yakni sekitar Rp50.000–Rp150.000. Namun, komponen ini berperan penting menjaga tekanan sistem pendingin.
Sementara itu, penggantian selang radiator biasanya membutuhkan dana Rp100.000–Rp300.000. Jika radiator sudah mengalami korosi parah, penggantian unit baru dapat menelan biaya Rp800.000 hingga Rp3 juta, bergantung pada tipe mobil dan material komponen.
Kendati demikian, besaran biaya dipengaruhi oleh jenis kendaraan, tingkat kerusakan, lokasi bengkel, serta pilihan suku cadang. Mobil dengan kapasitas mesin besar atau bermesin diesel umumnya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan model LCGC.
Gejala yang Perlu DiwaspadaiPemilik kendaraan perlu mewaspadai sejumlah gejala yang mengindikasikan kerusakan pada komponen radiator mobil, sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.
Segera lakukan pemeriksaan apabila mesin cepat panas, air radiator sering berkurang, pendingin kabin tidak optimal, atau muncul asap dari kap mesin. Alhasil, upaya deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih luas sekaligus menekan biaya perbaikan.





