Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah agar realistis terhadap peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) karena potensi stagnasi.
  • Dino menyoroti dominasi AS di BoP serta kurangnya empati AS terhadap penderitaan warga Gaza dalam pidato eksekutif.
  • Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang Palestina.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah untuk tetap realistis terhadap peran Indonesia di Board of Peace (BoP). Mengingat masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi ke depan.

Menurut Dino terdapat potensi BoP tidak akan berdiri lama karena kepentingan negara-negara anggotanya yang berbeda, terlebih Amerika Serikat dan Israel.

"Kita harus 'realistis' mengenai keterbatasan peran Imdonesia dalam BoP, mengenai kelemahan BoP, dan memperhitungkan risiko BoP menjadi stagnan - bahkan ambruk - karena kepentingan dan visi anggotanya - termasuk Trump, dan Netanyahu - masih berbeda-beda dan pasti akan mengalami perbenturan yang sulit dijembatani," tulis Dino dalam akun X pribadinya @dinopattidjalal, Jumat (20/2/2026).

Dino menyorot peran Presiden AS Donald Trump di dalam BoP tampak sangat dominan.

Diketahui, BoP kini sudah memulai langkah setelah negara-negara anggota melakukan pertemuan perdana di Washington DC, Kamis (19/2). Kendati demikian, Dino mengatakan proses ke depan masih rapuh dan penuh risiko.

Dino mengatakan tantangan di lapangan khususnya terkait demiliterisasi masih sangat berat, meski roda aspek keamanan di BoP sudah mulai bergulir dengan pembentukan Palestinian Security Force & International Stabilization Force.

Menurutnya kapasitas Palestinian Security Force yang akan dilatih Yordania dan Mesir yang sedang dibentuk untuk menjaga keamanan di Gaza masih penuh tandatanya.

Dino menyoroti pidato-pidato pihak AS yang terkesan tidak terdapat empati terjadap korban jiwa dan penderitaan warga Gaza dalam 2 tahun terakhir. Bahkan, menurutnya, hal tersebut tidak disinggung.

"Pernyataan seorang anggota eksekutif BoP terhadap potensi nilai real estate/bisnis di Gaza (ditaksir sampai $ 150 milyar) tidak sensitif terhadap nurani warga Gaza | Saya tidak melihat referensi mengenai aspek 'political development' di Gaza dalam masa transisi, umumnya hanya mengenai aspek administrasi | Tatakelola dana yang dikumpulkan BoP masih belum jelas, dan akan banyak disorot | Negara-negara Islam dan mayoritas muslim dalam BoP sementara ini nampak kompak | Proses di lapangan masih jauh dari 'Palestine-led process'," tulis Dino.

Baca Juga: Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza

Pegang Opsi Keluar

Dino mengingatkan pentingnya bagi Indonesia untuk memilih opsi keluar. Ia mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang tidak menyampaikan mengenai iuran Indonedia di BoP untuk menjadi anggota permanen.

"Saya apresiasi Presiden Prabowo TIDAK mengumumkan kontribusi Indonesia $ 1 milyar untuk menjadi anggota permanen BoP," kata Dino.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia di BoP memang tidak perlu sampai menjadi anggota permanen. Sebaliknya, Indonesia harus menyimpan opsi keluar bila tujuan BoP sudah tidak sejalan.

"Karena memang Indonesia tidak perlu berambisi untuk menjadi anggota permanen BoP dan perlu selalu pegang opsi untuk keluar dari BOP kalau terjadi penyelewengan misi BoP. Peran sumbang pasukan penjaga perdamaian sudah cukup," kata Dino.

Dino memberikan catatan terhadap pidato Prabowo di dalam pertemuan perdana BoP. Ia mencatat pidato Prabowo di KTT BoP yang tidak menyebut mengenai Two State Solution atau Palestinian Statehood.

Padahal, kata Dino, solusi itu adalah posisi prinsip Indonesia. Menurutnya Trump perlu mendengar penegasan terkait secara langsung dari Prabowo dalam BoP.

"Ini juga merupakan titipan utama ormas2 Islam + polugri (yg saya ikut sbg peserta) dlm pertemuan dgn Presiden : keanggotaan Indonesia di BoP harus didedikasikan untuk mencapai kemerdekaan Palestina. Sementara, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turkiye, Pakistan, Maroko semuanya merujuk pada "two-state solution" dalam pidato mereka di KTT BoP. Mudah2an ini hanya oversight Presiden karena waktu bicara yang sempit," kata Dino.

Dino mengingatkan bahwa Two State Solution dan Palestinian Statehood harus selalu secara eksplisit menjadi rujukan utama pidato Presiden Prabowo maupu Menteri Luar Negeri Sugionk dalam semua forum mengenai Palestina, terutama di dalam Dewan Perdamaian.

"Kita tidak mau BoP disalahgunakan menjadi platform utk membungkam aspirasi Palestina. Tidak cukup Palestina hanya menjadi damai, aman, makmur; tanpa kemerdekaan ("statehood") semua itu tidak ada artinya," kata Dino.

Prabowo Tegaskan Two State Solution

Presiden Prabowo menilai sejumlah kemajuan telah dicapai, khususnya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.

Kepala negara optimis atas perkembangan upaya kemanusiaan dan perdamaian di kawasan tersebut.

“Ya, Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, lancar ya. Kita lihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” kata Prabowo dalam keterangan pers bersama awak media di Washington DC, Amerika Serikat, sebagaimna dijutip dari keterangan tertulis resmi, Kamis (19/2/2026).

Prabowp menegaskan aliran bantuan makanan dan kebutuhan dasar bagi masyarakat Gaza saat ini berada pada tingkat yang tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.

“Sementara saya kira aliran bantuan makan, kebutuhan rakyat Gaza saya kira tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makan cukup, kebutuhan-kebutuhan lain mengalir deras,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan berbagai tantangan masih membentang di depan. Menurutnya, upaya mencapai perdamaian membutuhkan tekad kuat dan kewaspadaan terhadap berbagai hambatan.

“Nampaknya sangat serius ya. Tadi walaupun kita bertekad untuk ini berhasil, karena ini memberi harapan, perdamaian. Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan, masih di depan banyak hambatan, rintangan, obstacles,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara muslim lainnya untuk mendorong tercapainya perdamaian yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

“Tapi ya, kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan demi rakyat Palestina. Kita tentunya komit, tadi beberapa negara-negara muslim semua menegaskan komitmen kita untuk benar-benar mencapai lasting peace,” kata Prabowo.

Prabowo kembali menekankan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang.

“Bagi kita the real, the only long lasting solution is a two-state solution,” kata Prabowo.

Dalam konteks dukungan Indonesia terhadap upaya stabilisasi dan perdamaian, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional.

Terkait waktu pengiriman, Presiden menyebut bahwa kemungkinan pengiriman kelompok awal dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ujar Prabowo.

Prabowo sekaligus mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta untuk mengisi posisi Wakil Komandan dalam struktur misi tersebut.

“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivis Desak 3 Negara Ini Berhenti Berburu Paus, Langgar Hukum Internasional
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hati-hati Beli Tiket BTS “Arirang”, ARMY Waspadalah!
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Kereta Bandara Tabrak Truk di Poris, Polisi Periksa Sopir hingga Petugas
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Ibadah Unggulan Ramadhan, Mengubah Sedekah Sesaat Menjadi Wakaf Abadi
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRI Super League: Bhayangkara FC Bawa Spirit Kemenangan dari Persebaya untuk Tundukkan Persik
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.