Muhadjir Minta Kampus Muhammadiyah Riset Energi Terbarukan Agar Negara Tak Impor

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, meminta Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) kembali ke fitrahnya sebagai perguruan tinggi riset. Salah satunya riset energi terbarukan agar negara tak impor.

"Menurut saya untuk PTMA itu risetnya harus sudah pada level advance ya, untuk tidak sekadar hilirisasi yang memiliki dampak kecil. Misalnya, untuk riset-riset unggulan di bidang sekarang tentang energi terbarukan, ketahanan pangan," kata Muhadjir usai acara Penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat Rispro Inivitasi Berkemajuan antara Muhammadiyah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di UMY, Kamis (19/2).

Termasuk salah satunya menghasilkan nilai tambah dari sumber daya alam di Indonesia. Misalnya, mengkonversi sawit menjadi BBM yang saat ini baru terwujud di biodesel B40.

"Sekarang untuk sawit masih berapa B-nya (biodiesel) 40 ke 50. Padahal kalau kita bisa sampai 80, kita insyaallah bisa mandiri betul di sektor energi, tidak lagi impor, misalnya. Ini, ini harus menjadi perhatian betul, perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan lahan-lahan sawit yang diambil alih oleh negara ini terbuka peluangnya untuk riset perguruan tinggi.

"Sawit ini bagian dari energi terbarukan, itu saya kira nanti bisa inline dengan gagasan besar dari LPDP," katanya.

Dalam perjanjian LPDP ini ada 26 riset terpilih dari 13 kampus Muhammadiyah yang dirancang untuk menghasilkan teknologi tepat guna dan produk hilirisasi.

Ada lima tema yang jadi fokus riset di antaranya transisi energi hingga rekayasa dan teknologi digital.

Total pendanaan sebesar Rp 20 miliar yang bersumber dari skema pooling fund kontribusi berimbang masing-masing Rp 10 miliar dari Muhammadiyah dan LPDP.

Muhadjir menyebut Muhammadiyah terbuka untuk kerja sama yang lebih tinggi termasuk di angka Rp 100 miliar.

"Saya nunggu saja dari LPDP. Pokoknya LPDP menyediakan berapa, kita akan, Insyaallah, Muhammadiyah dengan segala daya upaya akan sambut dengan baik lagi tawaran dari LPDP ini," katanya.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto mengatakan harapannya riset ini bisa berdampak pada hilirisasi.

"Kebetulan memang didesain untuk mengembangkan ekosistem industri di Muhammadiyah, sama usaha Muhammadiyah. Namun, sebenarnya sasarannya terbuka. Jadi, tidak hanya PTMA," katanya.

Dalam riset ini PTMA juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri.

"Dari PTMA pun juga berkolaborasi dengan riset-riset yang ada di perguruan tinggi negeri. Jadi, memang upayanya adalah kita ingin memastikan keluarannya itu berdampak di manfaat industri," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Riau Cek Jembatan Gantung di Kuansing: Demi Keselamatan Anak Sekolah
• 4 jam laludetik.com
thumb
Revitalisasi Taman Semanggi Telan Biaya Rp134 Miliar, Sama Sekali Tak Pakai APBD
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan Didukung lewat Berbagai Program
• 12 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Awal Ramadan, Puan Maharani Ajak DPR RI Perkuat Gotong Royong dan Solidaritas
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Pegawai Transjakarta Tambal Jalan Berlubang di Sawangan Pakai Bongkahan Batu
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.