DEPOK, KOMPAS.com - Sebanyak empat pegawai berseragam PT Transjakarta berwarna navy dan putih menambal jalan berlubang seadanya di Jalan Sawangan Permai, Kota Depok.
Momen ini direkam secara amatir dan diunggah di media sosial Instagram @sawangan_info.
Mereka terlihat mengumpulkan batu yang diletakkan di atas kain terpal biru, lalu diangkat secara gotong-royong.
Baca juga: Hindari Jalan Berlubang, Pemotor Tewas Ditabrak Truk Trailer di Bekasi
Titik lubang berada tepat di dekat akses masuk bus Transjakarta ke Terminal Sawangan. Batu-batu tadi diletakkan di lubang yang menjadi sarang genangan air.
Kepala Departemen CSR dan Humas Transjakarta Ayu Wardhani membenarkan bahwa beberapa orang dalam video itu merupakan pegawai mereka.
Langkah itu dilakukan sebagai inisiatif sementara para petugas untuk menangani titik lubang yang terlalu dalam bagi armada Transjakarta saat melintas.
"Beberapa orang yang terekam di video tersebut, benar adalah petugas kami (Transjakarta) di lapangan," ucap Ayu saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (20/2/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (19/2/2026), titik lubang di Jalan Sawangan Permai diperkirakan mencapai 11-15 titik.
Salah satu kondisi terparah berada di dekat akses masuk Terminal Sawangan, yang menunjukkan aspal jalan telah hancur menyisakan bebatuan.
Akibat hancur dan berlubang, kondisi jalan cenderung bergelombang yang menyebabkan guncangan keras saat Kompas.com menaiki Transjakarta dan melintasi titik jalan rusak itu.
Sedangkan beberapa pemotor terlihat menghindar dengan melaju dengan cara meliuk-liuk demi menghindari genangan dan benturan antara aspal dan mesin motor.
KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Kondisi jalan rusak penuh lubang di Jalan Sawangan Permai, Kota Depok, Kamis (19/2/2026).
Titik berlubang juga banyak terlihat di badan jalan untuk arus berlawanan, yang membentuk genangan-genangan air di sekitar 10 titik.
Tak hanya itu, batu kerikil yang berserakan di badan jalan juga membuat laju pengendara tersendat.
Seorang pengendara bernama Bilal (51) menyampaikan, kondisi jalan yang rusak itu sudah terjadi sejak 1-2 tahun lalu.
Akses jalan ini semula hanya digunakan warga yang tinggal di perumahan sekitar dan akses alternatif menuju Jalan Raya Pasir Putih.