Deretan Kuburan Pesawat Raksasa di Dunia Bukan Sekadar Tempat Parkir

eranasional.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pernahkah terlintas pertanyaan, ke mana perginya pesawat raksasa setelah masa operasionalnya berakhir? Tidak semua pesawat langsung dihancurkan atau dijual kembali. Di berbagai negara, terdapat lokasi khusus yang dikenal sebagai “aircraft boneyard” atau kuburan pesawat area penyimpanan yang menampung ribuan armada komersial maupun militer.

Lokasi-lokasi ini umumnya berada di wilayah beriklim kering seperti gurun. Udara minim kelembapan membantu mencegah korosi pada badan pesawat berbahan aluminium dan baja. Selain disimpan, banyak pesawat juga menjalani proses perawatan, pembongkaran suku cadang, hingga daur ulang material.

Mengacu pada laporan industri penerbangan yang dirangkum AeroTime serta data otoritas bandara internasional, berikut lima kuburan pesawat terbesar di dunia yang menyimpan sejarah panjang industri aviasi global.

1. Davis-Monthan Air Force Base, Arizona, Amerika Serikat

Terletak di Tucson, Arizona, fasilitas ini dijuluki “The Boneyard” dan menjadi kuburan pesawat terbesar di dunia. Area ini dikelola oleh 309th Aerospace Maintenance and Regeneration Group (309 AMARG).

Di atas lahan hampir 2.600 hektare, tersimpan sekitar 4.400 pesawat dari berbagai jenis dan era. Mulai dari pembom legendaris B-52 Stratofortress, pesawat era Perang Dunia II seperti B-29, hingga pesawat angkut militer C-47. Tak hanya militer, sejumlah pesawat komersial seperti Boeing 727-100 juga pernah diregenerasi di sini.

Menurut Angkatan Udara AS, tidak semua pesawat di Davis-Monthan berakhir sebagai rongsokan. Banyak yang disimpan dalam kondisi “Type 1000” atau siap diaktifkan kembali jika dibutuhkan. Suku cadang dari pesawat yang tidak lagi terbang juga menjadi sumber penting untuk armada aktif.

Lokasi ini tidak sepenuhnya terbuka untuk publik. Pengunjung hanya dapat melihatnya melalui tur bus resmi tanpa turun dari kendaraan, demi alasan keamanan militer.

2. Southern California Logistics Airport (Victorville)

Berada di Gurun Mojave, California, bandara ini dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan pesawat komersial terbesar di dunia. Landasan pacunya yang mencapai lebih dari 15.000 kaki mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747.

Iklim gurun yang hangat dan kering menjadikannya lokasi ideal untuk penyimpanan jangka panjang. Saat pandemi COVID-19, ratusan maskapai global memarkir armadanya di sini akibat anjloknya permintaan perjalanan udara.

Saat ini, sekitar 275 pesawat penumpang dan kargo disimpan di fasilitas ini. Jenisnya beragam, mulai dari Boeing 747, MD-11, hingga Airbus milik berbagai maskapai internasional.

Pengamat penerbangan menyebut Victorville bukan sekadar tempat parkir raksasa, melainkan pusat transisi. Banyak pesawat yang kemudian dijual kembali, dikonversi menjadi pesawat kargo, atau dibongkar untuk diambil komponen bernilai tinggi seperti mesin dan avionik.

3. Phoenix Goodyear Airport (GYR)

Bandara ini memiliki sejarah panjang sejak Perang Dunia II. Awalnya digunakan untuk menyimpan dan merawat pesawat milik Angkatan Laut AS, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai.

Pada masa puncaknya, fasilitas ini pernah menampung lebih dari 5.000 pesawat. Namun jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 2.500 unit pada akhir 1950-an. Setelah pangkalan militer ditutup pada 1967, bandara dibeli Pemerintah Kota Phoenix dan dialihkan menjadi bandara sipil.

Kini, Phoenix Goodyear Airport menyediakan layanan perawatan (MRO), pelatihan pilot, hingga penyimpanan pesawat komersial seperti Boeing 737, Airbus A340, dan Boeing 747.

Sejumlah perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) global memanfaatkan fasilitas ini untuk proyek peremajaan dan konversi pesawat. Banyak pesawat penumpang yang diubah menjadi kargo karena pertumbuhan industri logistik udara.

4. Teruel Airport, Spanyol

Di Eropa, kuburan pesawat terbesar berada di Teruel, sekitar 100 mil dari Zaragoza. Bandara ini terletak di ketinggian 1.000 meter dengan iklim dingin dan relatif kering kombinasi ideal untuk penyimpanan jangka panjang.

Dibuka pada 2013, fasilitas ini dikelola oleh perusahaan Tarmac Aerosave. Selain parkir pesawat, Teruel juga menawarkan layanan daur ulang, pengecatan ulang, perawatan, hingga pembongkaran ramah lingkungan.

Bandara ini mampu menampung hingga 250 pesawat berbadan lebar sekaligus, menjadikannya pusat penyimpanan terbesar di Eropa. Saat pandemi, maskapai seperti British Airways menyimpan sejumlah Boeing 747 mereka di sini sebelum akhirnya dipensiunkan.

Menurut laporan industri aviasi Eropa, lebih dari 85 persen komponen pesawat dapat didaur ulang atau digunakan kembali, mulai dari mesin, kursi kabin, hingga material aluminium.

5. Khodynka Field, Rusia

Khodynka Field di Moskow dulunya merupakan lapangan terbang aktif untuk penerbangan komersial dan uji coba pesawat Soviet. Namun operasionalnya berakhir pada 2003.

Setelah ditutup, area ini sempat menjadi lokasi penumpukan pesawat tua yang terbengkalai. Beberapa unit kemudian dibongkar, sementara yang masih layak dipindahkan ke museum.

Sebagian koleksi kini menjadi bagian dari Vadim Zadorozhny Museum of Technology, museum teknologi terbesar di Rusia yang menyimpan pesawat bersejarah era Soviet.

Kini, kawasan bekas Khodynka telah dipagari dan dijaga ketat. Area tersebut juga mengalami pembangunan ulang menjadi kawasan urban modern.

Istilah “kuburan pesawat” mungkin terdengar menyeramkan, tetapi bagi industri penerbangan, lokasi ini adalah bagian penting dari siklus hidup armada. Menurut analis aviasi internasional, usia rata-rata pesawat komersial berkisar 20–30 tahun, tergantung perawatan dan modelnya.

Setelah dipensiunkan, pesawat bisa: Disimpan untuk cadangan operasional, Dijual kembali ke maskapai lain, Dikonversi menjadi pesawat kargo,  Dibongkar untuk suku cadang atau Didaur ulang materialnya.

Dengan harga mesin jet yang bisa mencapai jutaan dolar, nilai ekonomi dari satu pesawat bekas tetap sangat besar.

Di tengah transformasi industri menuju pesawat yang lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, kuburan pesawat juga berperan dalam mendukung ekonomi sirkular. Material aluminium, titanium, dan komponen elektronik dapat dimanfaatkan kembali, mengurangi limbah industri.

Dari gurun Arizona hingga dataran tinggi Spanyol, kuburan pesawat menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia aviasi. Ribuan armada yang pernah melintasi langit kini beristirahat, menunggu takdir berikutnya—entah kembali terbang, berubah fungsi, atau menjadi bagian dari sejarah.

Lokasi-lokasi ini membuktikan bahwa akhir masa operasional bukanlah akhir dari nilai sebuah pesawat, melainkan awal dari siklus baru dalam industri penerbangan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
500 Nama Bayi Huruf R Modern untuk Laki-Laki dan Perempuan
• 19 jam lalutheasianparent.com
thumb
IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasi Saham AMMN, TKIM, ANTM, hingga CMRY
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Siap Teken Kesepakatan Tarif dengan AS, UMKM-Industri Bakal Diuntungkan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Daan Mogot Jakbar Banjir, Lalin Macet
• 36 menit laludetik.com
thumb
Kenakan Pakaian Dinas, Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Jalani Sidang Etik Gegara Kasus Narkoba
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.