TABLOIDBINTANG.COM - Memasuki Ramadan, satu pertanyaan klasik kembali terngiang di dapur para ibu: takjil apa yang bikin keluarga lahap sampai tak bersisa?
Di tengah tradisi gorengan yang tak pernah absen, kebutuhan akan sajian yang lebih istimewa pun muncul.
Menjawab hal itu, Sasa Tepung Bumbu menggelar “Dapur Tempe Kriwang” di Parkir Timur Plaza Surabaya, Sabtu (14/2) lalu.
Sebanyak 250 kilogram Tempe Kriwang (Krispi, Gurih, Ngebawang) dibagikan kepada warga, menghadirkan inspirasi takjil yang tak sekadar mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan suasana berbuka.
Tempe Kriwang Teman Berbuka
Bagi seorang ibu, momen berbuka bukan hanya soal makanan, melainkan apresiasi setelah seharian berpuasa. Ada kebanggaan tersendiri ketika melihat piring kosong, tanda masakan dinikmati tanpa sisa.
Namun, tempe goreng biasa kerap terasa monoton. Lewat Tempe Kriwang berbumbu praktis, sajian sederhana ini tampil lebih menggoda: tekstur renyah, rasa gurih yang meresap, dan aroma bawang yang kuat.
Kombinasi ini diklaim mampu menghidupkan suasana meja makan, bahkan memicu “rebutan” kecil yang menyenangkan di rumah.
Aksi masak besar-besaran ini melibatkan 108 Key Opinion Moms (KOM) Surabaya, bersama Abdul Latief si Raja Gorengan dan Chef Ignatius Loyola.
Mereka berkolaborasi mengolah ratusan kilogram tempe dalam satu dapur raksasa. Yang menarik, hadir pula “Krispi Room”, instalasi sensorik yang memungkinkan para ibu mendengar langsung standar kerenyahan ideal Tempe Kriwang.
Pengalaman ini mempertegas bahwa kerenyahan bukan sekadar rasa, tapi sensasi.
Puncaknya, seluruh hasil masakan dibagikan kepada warga Surabaya, menghadirkan semangat Ramadan lebih awal di ruang publik.
“Buka puasa itu momen spesial keluarga. Kami ingin Tempe Kriwang Sasa hadir dan membuat momen hangat berbuka bersama keluarga yang selalu akan dikenang sepanjang masa,” ujar Agus Nugraha, Marketing Director PT Sasa Inti melalui keterangan tertulis yang diterima tabloidbintang.com pada Rabu (18/2).
Di tengah kesibukan Ramadan, aksi berbagi ini seolah mengingatkan bahwa kehangatan keluarga bisa dimulai dari hal sederhana: suara kriuk tempe di meja makan dan senyum puas orang-orang tercinta.




