jabar.jpnn.com, BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang solid setelah melalui proses negosiasi intensif selama beberapa bulan terakhir.
Kesepakatan tersebut dicapai menjelang penandatanganan perjanjian tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis waktu setempat.
BACA JUGA: DPRD Jabar Berikan Catatan Khusus Respons Tingginya Tingkat Kepuasan Publik Dedi Mulyadi
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri santap malam gala bisnis berbuka puasa di Washington DC, Rabu malam (18/2) waktu setempat.
Dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis (19/2), ia menegaskan bahwa kehadirannya di Amerika Serikat untuk menyelesaikan perjanjian dagang yang dinilai penting dan strategis bagi kedua negara.
BACA JUGA: Pengamat: Efek Tagline Bapak Aing Dongkrak Popularitas Dedi Mulyadi
“Kami telah bernegosiasi dengan sangat intens selama beberapa bulan terakhir dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Prabowo.
Ia berharap perjanjian perdagangan tersebut dapat menjadi pendorong utama penguatan kemitraan dan kerja sama ekonomi Indonesia–AS secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Tingkat Kepuasan Publik Sentuh Angka 95 Persen, Gubernur Dedi Mulyadi Pilih Membumi
Selain ART, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat juga telah menandatangani sejumlah perjanjian penting lainnya, baik di tingkat antarlembaga pemerintah maupun antarperusahaan.
“Perjanjian itu di antaranya adalah perjanjian implementasi sebagai tindak lanjut dari poin-poin utama yang telah disepakati antara Indonesia dan AS mengenai keseimbangan perdagangan antara kedua negara,” katanya.
Dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Prabowo dijadwalkan menghadiri tiga agenda utama.
Pertama, pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu (18/2).
Kedua, menghadiri KTT perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza pada Kamis (19/2).
Selanjutnya, ia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk untuk menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik yang proses negosiasinya telah berlangsung sejak 2025.
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi sejumlah produk Amerika Serikat, mengatasi hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Di sisi lain, Amerika Serikat berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lainnya.
Pemerintah berharap kesepakatan ini dapat memperkuat keseimbangan perdagangan kedua negara sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)




