KETUA Komisi I DPR RI, Utut Adianto mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat. Utut menilai partisipasi Presiden Prabowo dalam forum tersebut merupakan tindakan nyata yang lebih progresif dibandingkan sekadar narasi dukungan.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, termasuk partai-partai politik, memiliki visi yang sama dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, ia menekankan pentingnya langkah diplomasi konkret di tingkat internasional.
"Pertama, kan kita semua mendukung Palestina, setuju kan? Kalau saya hitung demo teman-teman PKS pakai sal, sudah berpuluh kali. Itu wacana yang kita suarakan terus. Dan kami dari PDI Perjuangan sangat mendukung. Nah sekarang, Pak Prabowo melangkah. Kita kasih kesempatan dong," ujar Utut di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
Baca juga : Puan Maharani Tegaskan Kehadiran Prabowo di KTT Gaza Demi Kemanusiaan, Bukan Pengakuan Israel
Utut menilai kehadiran Indonesia dalam meja perundingan BoP menunjukkan posisi tawar Indonesia di dunia global. Menurutnya, upaya diplomasi langsung jauh lebih efektif daripada sekadar menyuarakan aspirasi tanpa aksi lapangan.
"Kalau tanpa langkah itu kan hanya cuma 'yeye-yeye'. Kalau ini, Pak Prabowo melangkah. Ini sudah satu step lebih maju. Kita dukung," katanya.
Meski demikian, Utut mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati dalam memetakan dinamika konflik di Timur Tengah. Ia menyoroti kompleksitas konflik yang terlibat, mulai dari posisi Israel, Hamas, hingga otoritas pimpinan Mahmoud Abbas.
Utut menekankan bahwa keterlibatan Indonesia harus tetap dalam koridor perdamaian dan menghindari keterlibatan militer dalam konflik bersenjata di wilayah tersebut.
"Lapangannya kan bervariasi, ada varian Israel, Hamas, hingga Mahmoud Abbas. Pesan kita, jangan sampai kita terlibat dalam pertempuran," pungkas Utut. (E-4)




