Memilih menu sahur yang tepat sangat penting agar tubuh tetap kuat selama menjalani ibadah puasa. Namun, menu sahur bukan hanya soal mengenyangkan saja, tapi juga harus bergizi dan mampu menjaga energi lebih lama.
Saat sahur, disarankan untuk memilih makanan tinggi serat, karbohidrat kompleks, serta protein. Sebaliknya, sebaiknya hindari makanan yang terlalu asin, manis, berminyak, atau pedas karena bisa memicu dehidrasi maupun gangguan pencernaan selama berpuasa.
Di antara berbagai pilihan menu, nasi hampir selalu menjadi makanan pokok yang sulit dipisahkan. Lalu, mana yang sebenarnya lebih baik dikonsumsi saat sahur, nasi putih atau nasi merah, ya?
Menurut ahli gizi, Dr Jovita Amelia, kunci agar tubuh mampu bertahan lebih lama saat berpuasa adalah mengonsumsi makanan tinggi serat. “Nasi putih tidak apa-apa. Tetapi lebih bagus lagi nasi merah (karena kandungan seratnya tinggi),” kata Jovita dikutip dari Antara, Kamis (19/2).
Makanan berserat tinggi seperti nasi merah diketahui mampu membantu tubuh tetap berenergi dari waktu sahur hingga berbuka. Selain itu, nasi merah juga mengandung lebih banyak protein, zat besi, zinc, selenium, serta vitamin B dibandingkan nasi putih, sehingga menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan untuk sahur.
Meski begitu, karbohidrat tetap perlu dikonsumsi dalam porsi seimbang, yakni sekitar 50-60 persen dari total asupan sahur. Menu tersebut sebaiknya dilengkapi dengan protein sekitar 15-20 persen, serta lemak sehat sebanyak 20-25 persen.
"Sahur harus makanan pokok, protein dari lauk pauk. Porsi banyak sayuran dan buah, lalu karbohidrat kompleks untuk menjaga energi," jelasnya.
Selain itu, jangan lupa memastikan asupan cairan dan zat besi terpenuhi saat sahur. Hal ini penting untuk menjaga distribusi oksigen dalam tubuh selama berpuasa, sehingga tubuh terasa lebih bugar, tidak mudah lemas, dan tidak cepat mengantuk.





