Inggris, VIVA – Pada Kamis 19 Februari 2026 waktu setempat, Andrew Mountbatten-Windsor ditangkap di kediamannya di kawasan Sandringham Estate, Inggris timur. Penangkapan adik Raja Charles ini menorehkan babak kelam dalam sejarah keluarga Kerajaan Inggris, menjadikannya anggota keluarga kerajaan kedua yang terlibat masalah hukum sejak Lady Jane Grey pada abad ke-16.
Lantas bagaimana sampai akhirnya mantan Duke of York ini ditangkap pihak kepolisian Inggris pada Kamis waktu setempat? Melansir laman The Guardian Andrew ditangkap atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.
Penangkapan ini tampaknya berkaitan dengan perannya sebagai utusan dagang Inggris dan muncul setelah email-email yang terkait dengan Epstein dipublikasikan.
Di antara dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS terdapat berkas yang menunjukkan bahwa mantan pangeran tersebut diduga meneruskan dokumen sensitif pemerintah dan informasi komersial kepada Epstein, yang merupakan terpidana kasus kejahatan seksual.
Isi dokumen yang dipersoalkan?
Andrew menjabat sebagai utusan dagang Inggris dari 2001 hingga 2011. Dalam posisi itu, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara dan mendapat akses khusus ke pejabat tinggi pemerintah serta pelaku bisnis di seluruh dunia.
Pada 2010, berdasarkan dokumen yang dipublikasikan pada akhir Januari lalu, ia diduga meneruskan laporan pemerintah hasil kunjungan ke Vietnam, Singapura, dan China serta Hong Kong kepada Epstein. Dalam email tertanggal 7 Oktober 2010 lalu perjalanan itu, Andrew disebut didampingi rekan bisnis Epstein.
Setelah perjalanan tersebut, pada 30 November, Andrew diduga meneruskan laporan resmi hasil kunjungan yang dikirim oleh asisten khususnya saat itu, Amit Patel, kepada Epstein hanya lima menit setelah ia menerimanya.
Dokumen itu juga menunjukkan bahwa Andrew diduga mengirimkan informasi kepada Epstein mengenai peluang investasi emas dan uranium di Afghanistan.
Sebuah dokumen pengarahan yang disiapkan pejabat Inggris untuk Andrew saat menjabat sebagai utusan dagang, dan dilaporkan oleh BBC, disebut-sebut diteruskan kepada Epstein pada Desember 2010. Dokumen itu berisi daftar peluang komersial bernilai tinggi di Provinsi Helmand.
Sesuai pedoman resmi, seorang utusan dagang wajib menjaga kerahasiaan informasi sensitif, komersial, maupun politik yang diperoleh dalam kunjungan resminya.





