Board of Peace Luncurkan Rencana Besar Perdamaian Gaza, Indonesia Jadi Aktor Kunci

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Washington DC.

Rencana perdamaian Gaza yang dirumuskan Board of Peace menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor kunci dalam fase stabilisasi keamanan dan rekonstruksi wilayah pascaperang. Indonesia akan berperan langsung dalam pengamanan, pelatihan aparat sipil, hingga pemulihan infrastruktur dasar di Gaza, Palestina.

Dalam rencana kerja yang dipaparkan pada pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, dibentuk International Stabilization Force (ISF) untuk menjaga gencatan senjata serta menciptakan stabilitas jangka panjang. Indonesia ditunjuk sebagai Deputy Commander atau Wakil Komandan ISF, posisi strategis yang menempatkan peran Indonesia di garis depan upaya perdamaian.

“Pencapaian gencatan senjata ini nyata, kami mengapresiasinya, dan karena itu kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mengirimkan sejumlah pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan,” tegas Presiden RI Prabowo Subianto di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam mandat tersebut, Indonesia memimpin penempatan sektor awal di wilayah prioritas, termasuk Rafah. Selain itu, Indonesia berperan dalam pelatihan kepolisian sipil profesional serta koordinasi keamanan bersama mitra internasional.

Kontribusi Indonesia juga mendapat sorotan khusus dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum tersebut.

“Negara-negara yang hadir di sini hari ini tidak hanya menyumbangkan dana, beberapa juga berjanji mengirimkan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan mengamankan perdamaian yang benar-benar berkelanjutan. Kita harus memiliki perdamaian yang berkelanjutan. Secara khusus, Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia,” ujar Trump.

Selain aspek keamanan, Board of Peace menyiapkan program rekonstruksi bertahap. Pada fase awal, lebih dari 100.000 rumah akan dibangun kembali di Rafah, disertai pemulihan layanan dasar serta pembersihan sekitar 70 juta ton puing dan 350 kilometer terowongan bawah tanah.

Dalam jangka panjang, program ini menargetkan pembangunan lebih dari 400.000 rumah, pengembangan infrastruktur energi, air bersih dan sanitasi, jalan, pelabuhan, hingga bandara. Kawasan pesisir juga disiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Target akhir rencana besar ini adalah terbentuknya pemerintahan teknokratik yang dipimpin warga Gaza, didukung institusi publik yang efektif, ekonomi mandiri, serta iklim investasi yang stabil. Dalam kerangka tersebut, peran Indonesia meluas dari misi penjaga perdamaian hingga penopang transisi menuju stabilitas jangka panjang di Gaza.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Sumsel Gelar Safari Ramadan, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas
• 18 jam laludetik.com
thumb
Plh Kapolres Bima Kota Pernah Positif Sabu, Mabes Polri: Sudah Lewat Mekanisme
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Optimistis Pasar 2026 Menjanjikan, Begini Cara BRIDS Dongkrak Investor Domestik
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
AS Tunjuk Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF yang Akan Dikirim ke Gaza
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bale by BTN: Denyut Digital untuk Negeri
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.