Wall Street Ditutup Melemah Akibat Saham Apple dan Nvidia

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/2) waktu AS. Hal ini terjadi usai melemahnya saham Nvidia dan Apple.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (20/2), S&P 500 (.SPX) kehilangan 20,22 poin atau 0,28 persen dan berakhir di 6.861,09 poin, sementara Nasdaq Composite (.IXIC) turun 71,27 poin atau 0,31 persen, menjadi 22.682,37. Adapun Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 273,79 poin atau 0,55 persen menjadi 49.388,87.

Nvidia (NVDA.O) dan Apple (AAPL.O), keduanya mengalami penurunan dan termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang paling membebani indeks S&P 500.

Saham-saham teknologi yang terkait dengan AI memang telah menghadapi gejolak dalam beberapa bulan terakhir karena kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi dan bukti terbatas bahwa investasi besar-besaran dalam AI mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba.

Selain itu, berbagai industri mulai dari perangkat lunak hingga logistik juga terkena dampak kekhawatiran bahwa alat AI yang berkembang pesat dapat mengganggu model bisnis mereka dan memperketat persaingan.

"Pasar sedang berupaya memahami lini bisnis mana yang terancam secara signifikan oleh AI. Teknologi ini berkembang sangat pesat dan hari-hari seperti sekarang terasa wajar. Kita berada pada momen dalam siklus di mana kita menyadari bahwa tidak semua orang akan menang dan tidak semua harapan akan terpenuhi," kata Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Saham Walmart juga turun setelah CEO baru John Furner memulai masa jabatannya dengan perkiraan fiskal konservatif untuk tahun 2027. Selain itu, terdapat pula rencana pembelian kembali saham senilai USD 30 miliar.

Tak hanya saham Apple dan Nvidia yang menjadi beban, saham perusahaan ekuitas swasta turut merosot setelah saham Blue Owl Capital (OWL.N) anjlok. Hal ini terjadi usai keputusan perusahaan itu untuk menjual aset senilai USD 1,4 miliar dan membekukan penarikan dana di salah satu reksadananya untuk mengelola utang dan mengembalikan modal.

Apollo Global Management (APO.N), Ares (ARES.N), KKR & Co (KKR.N), Carlyle Group (CG.O) juga turut melemah karena masalah yang dialami Blue Owl menambah kekhawatiran baru-baru ini tentang kualitas kredit dan paparan pemberi pinjaman terhadap saham perangkat lunak.

Saat ini, investor sedang mengevaluasi data klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Selain itu, investor juga akan mencermati dengan saksama laporan pengeluaran konsumsi pribadi yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada hari Jumat (20/2) untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga The Fed.

Transaksi suku bunga menunjukkan kemungkinan 50 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Juni menurut FedWatch Tool dari CME.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggapan Pembelaan Richard Lee, Doktif: Tidak Ada Maling yang Ngaku
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Menteri Pigai Kantongi Izin dari Jaksa Agung soal Unit Penyidikan di Komnas HAM
• 2 jam laludetik.com
thumb
Trump Puji Prabowo di KTT Perdana BoP: Tangguh, Saya Tak Ingin Melawannya
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Dana Rp6,3 Triliun Segera Digunakan untuk Percepatan Pemulihan Banjir di Sumatera Utara
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Hukum, Niat, dan Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah
• 4 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.