TABLOIDBINTANG.COM - Ammar Zoni mengungkapkan Ramadan tahun ini jadi periode yang paling menguras batin dalam hidupnya. Pria kelahiran 8 Juni 1993 itu harus menjalani ibadah puasa dari dalam tahanan, di tengah proses hukum yang masih bergulir.
Pengakuan tersebut disampaikannya usai menjalani sidang lanjutan kasus dugaan kepemilikan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/2).
“Puasa tahun ini puasa yang sangat berat ya,” ujar Ammar Zoni.
Meski berada dalam situasi yang tidak mudah, Ammar menyatakan tekadnya untuk tetap menuntaskan ibadah hingga akhir Ramadan. Ia mengaku mendapat suntikan semangat dari keluarga dan kekasihnya yang terus memberikan dukungan moral.
“Semoga puasanya bisa berjalan lancar,” tegasnya.
Dalam persidangan kali ini, tim kuasa hukum Ammar menyampaikan keberatan terhadap kesaksian petugas lembaga pemasyarakatan yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pengacara Ammar, John Mattias, menilai terdapat kejanggalan dalam keterangan saksi karena tidak tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Yang pertama, kami sudah menolak saksi ini karena memang tidak ada di BAP. Jadi pernyataan yang dibuat itu tidak ada. Nanti akan kami jelaskan dalam pleidoi. Saat pemberian keterangan, Ammar dan terdakwa lain juga tidak dalam kondisi baik karena ada tekanan dari penyidik,” jelas John.
Selain itu, Ammar turut mempersoalkan foto yang ditampilkan dalam persidangan. Ia mengeklaim gambar tersebut diambil setelah dirinya mendapat tekanan dari penyidik di Polsek Cempaka Putih.
Dalam foto tersebut, Ammar tampak memegang barang bukti yang disebut sebagai miliknya. Namun ia membantah hal tersebut dan menyatakan kondisi dirinya saat itu tidak dalam keadaan baik.
“Bisa dilihat di foto itu bagaimana kondisi wajah kami setelah disiksa. Kejadiannya tengah malam. Barang yang saya pegang itu seolah-olah milik saya, padahal bukan. Kami diminta memegangnya seakan-akan itu milik kami. Karena itu, kami tidak akan menanggapi pernyataan mereka sekarang. Nanti akan kami bongkar dalam pleidoi,” tutupnya.




