Pesawat Pelita Air Service PAS 7101 jenis Air Tractor AT-802 jatuh di perbukitan Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2). Pesawat ini merupakan pesawat yang khusus mengantarkan BBM ke daerah terpencil.
Pilot pesawat, Capt. Hendrick Lodewyck Adam tewas bersama pesawat itu. Lalu, saat ditemukan oleh tim evakuasi, badan pesawat masih terbakar.
Berikut rangkumannya.
Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, Kalimantan UtaraPesawat Pelita Air Service PAS 7101 yang mengoperasikan rute Long Bawan–Tarakan dilaporkan jatuh setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2).
Informasi awal dari AirNav Indonesia, pesawat jatuh pukul 04.20 UTC atau 12.20 WITA, dengan jarak 5 kilometer sejak lepas landas.
Cuaca pada saat kejadian cukup cerah dengan jarak pandang sejauh 9 kilometer.
Kronologi
Berdasarkan data AirNav Indonesia, berikut catatan atas pesawat tersebut:
Pukul 12.10 WITA: Pesawat lepas landas dari Long Bawan. Seharusnya pesawat ini melapor saat melewati Malinau pada 12.24 WITA dan tiba di Tarakan pada 13.15 WITA.
Pukul 12.20 WITA: Menara Pengawas (Tower) di Malinau mendapat info bahwa pesawat lain (PK BVN) menangkap "sinyal darurat (Emergency Locator Transmitter—ELT)". Sinyal ini biasanya memancar otomatis jika pesawat mengalami benturan keras.
Pukul 12.27 WITA: Pesawat lain lagi (PK MEE) mengkonfirmasi juga mendengar sinyal darurat tersebut.
Pukul 12.30 WITA: Malinau mengkonfirmasi titik koordinat sinyal darurat tersebut berada di N 03 53 53 E 115 52 43.
Pukul 12.50 WITA: Info dari Long Bawan menyatakan tim bandara bergerak ke lokasi sekitar 5 KM dari ujung landasan (di balik gunung). Ada saksi mata (personel di Apron) yang "melihat pesawat menukik ke bawah".
Pukul 13.15 WITA: Hingga waktu estimasi kedatangan (ETA), pesawat belum menghubungi Tarakan.
Manajemen Pelita Air menjelaskan bahwa pesawat yang jatuh itu bukan pesawat penumpang tetapi armada layanan kargo pengangkut BBM tanpa penumpang.
“Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang,” kata Patria Rhamadonna, Pj Corporate Secretary Pelita Air.
Pilot Pesawat Pelita Air Service yang Jatuh di Nunukan Meninggal DuniaDirektur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, memastikan bahwa pilot pesawat yang jatuh, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, dinyatakan meninggal dunia.
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 itu menjalankan misi pengangkutan BBM ke wilayah perbatasan, dan telah melalui pemeriksaan rutin sebelum terbang.
Saksi Lihat Pesawat Pelita Air Service Jatuh: Turun Sambil MiringSaksi mata melaporkan bahwa pesawat terlihat turun secara miring sebelum akhirnya hilang dari pandangan di wilayah perbukitan Long Bawan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, kepada kumparan, Kamis (19/2).
"Pukul 12.25 WIT petaka terjadi. Saksi mata di apron (area parkir pesawat) melihat pesawat tersebut turun dalam keadaan miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22," ujar Syahril.
Syahril menjelaskan bahwa pesawat rute Long Bawan-Tarakan tersebut jatuh (crash) sesaat setelah lepas landas.
Pilot pesawat tersebut, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, ditemukan meninggal dunia. Ia menjadi satu-satunya korban tewas karena pesawat tersebut hanya diawaki satu orang.
Momen Ditemukan: Api Masih Membara, Pilot MeninggalKabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P), Agung Saptoadi, menuturkan bahwa pesawat mengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan operasional PT Pertamina (Persero) dengan rute Tarakan-Long Bawan-Tarakan.
"Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pada pukul 10.15 WITA dan mendarat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 11.10 WITA," ujar Agung, Kamis (19/2).
Ia melanjutkan, "Setelah menyelesaikan misi pengantaran logistik, pesawat kembali lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi kosong atau tanpa muatan BBM, hanya membawa satu orang pilot."
Pesawat Pelita Air Service Jatuh: Sinyal Darurat Pertama Kali Diterima Pilot Susi AirSinyal darurat/Emergency Locator Transmitter (ELT) pertama kali ditangkap oleh pesawat Susi Air PK-BVN yang berada di udara sekitar lokasi kejadian.
Sinyal ini biasanya aktif secara otomatis saat terjadi benturan keras pada pesawat.
"Sinyal darurat (Emergency Locator Transmitter—ELT)". Sinyal ini biasanya memancar otomatis jika pesawat mengalami benturan keras. Pukul 12.27 WIT, pesawat Susi Air yang sedang mengudara di sekitar lokasi menangkap sinyal ELT dari arah ujung landasan," kata Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril.





