Jakarta, VIVA – Pemilihan seal cup atau plastik penutup gelas kerap dianggap sebagai detail kecil dalam operasional bisnis minuman. Padahal, kualitas seal cup memiliki peran penting dalam menjaga keamanan produk hingga sampai ke tangan konsumen.
Chief Executive Officer (CEO) Trifinity, Suwito Triguna, menekankan pentingnya konsistensi material dalam produk kemasan, yang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman.
“Seal cup harus memiliki bahan yang stabil agar mampu merekat sempurna tanpa resiko meleleh. Kejernihan plastik biasanya menjadi indikator bahwa bahan yang digunakan masih original dan tidak tercampur,” kata Suwito dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026.
- [Istimewa]
Dia mengatakan, dalam industri minuman kekinian yang mengandalkan sistem take away dan delivery, seal yang tidak merekat sempurna dapat menyebabkan kebocoran, tumpah, hingga komplain pelanggan.
Risiko tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian bahan baku, tetapi juga dapat memengaruhi citra dan kepercayaan terhadap merek.
Salah satu permasalahan yang sering ditemui di lapangan adalah penggunaan seal cup berbahan campuran atau daur ulang (recycle). Produk jenis ini umumnya memiliki tampilan kusam atau kurang jernih.
"Selain memengaruhi estetika kemasan, bahan yang tidak murni dinilai memiliki titik leleh yang kurang stabil saat dipanaskan menggunakan mesin sealer," ujarnya.
Dalam praktiknya, ketidakstabilan ini dapat menyebabkan plastik tidak menempel pada suhu standar, atau justru meleleh ketika suhu sedikit dinaikkan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses produksi dan meningkatkan pemborosan.
Menurutnya, penggunaan bahan 100 persen original membantu menjaga kestabilan saat proses pemanasan. Selain itu, ketebalan material juga berperan dalam memastikan daya rekat yang kuat dan meminimalkan risiko kebocoran.
"Trifinity mengembangkan seal cup dengan ketebalan 50 mikron dan panjang gulungan hingga 90 meter per roll. Produk ini dirancang untuk menahan suhu hingga 200 derajat Celcius dalam durasi tertentu, serta telah tersertifikasi Halal oleh BPJPH," kata Suwito.
Di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin ketat, pemilihan kemasan yang tepat dinilai menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas layanan. Standar keamanan dan konsistensi material menjadi faktor penting agar proses operasional berjalan efisien sekaligus menjaga kepuasan pelanggan.




