Khofifah Instruksikan Percepatan Distribusi Bahan Pokok Usai Temukan Harga di Atas HET

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menginstruksikan percepatan distribusi dan penambahan suplai bahan pokok, setelah menemukan sejumlah harga komoditas dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) saat meninjau Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah didampingi Langgeng Wisnu Adinugroho Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Iwan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, serta Fenny Apridawati Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo.

Saat mengecek langsung harga di lapangan, Khofifah menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama telur ayam dan daging ayam, meski stok dinilai mencukupi.

“Kami melihat beberapa item yang membutuhkan percepatan supply. Telur harganya Rp 30.000, daging ayam Rp 41.000 sampai Rp 45.000 dengan HET Rp 40.000,” kata Khofifah.

Ia meminta koordinasi segera dilakukan dengan Dinas Peternakan untuk memperbaiki rantai distribusi yang dinilai menjadi penyebab harga naik di tingkat pasar.

“Jadi kenaikan dari HET ini saya minta koordinasikan dengan Kepala Dinas Peternakan. Karena pada dasarnya stoknya melimpah, tapi ada beberapa jaringan distribusi yang rupanya menaikkan harga. Sehingga sampai di pasar harganya di atas HET,” lanjutnya.

Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, Khofifah menilai harga beras SPHP masih stabil di kisaran Rp60.000 per lima kg. Ia menyebut harga pembelian beras di gudang BULOG sekitar Rp11.000 per kilogram dengan kenaikan Rp1.500 per kilogram saat sampai di tingkat penjualan.

“Mudah-mudahan ini semua bisa memenuhi ketercukupan kebutuhan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Ini Minyakita juga sudah mulai lancar karena harga di toko tadi sudah sampai pada harga Rp15.500,” jelasnya.

Di Pasar Larangan, harga cabai merah besar tercatat Rp30.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp85.000 per kilogram dengan HET Rp40.000–57.000, bawang merah Rp33.000–40.000 per kilogram, serta bawang putih Rp32.000–34.000 per kilogram.

Menurut Khofifah, stabilisasi harga harus terus dilakukan terutama menjelang Ramadan karena permintaan kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

“Jadi dinamika harga di saat Ramadhan seperti ini menurut saya harus terus dipantau dan dilakukan stabilisasinya. Karena biasanya ada kebutuhan rumah tangga yang meningkat di saat bulan Ramadhan seperti sekarang,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi upaya BULOG dalam menjaga ketersediaan logistik pangan di Jatim. “Terima kasih kepada Kepala Bulog Jawa Timur yang sudah berusaha untuk bisa memenuhi supply logistik, terutama beras dan minyak kita,” pungkasnya.

Khofifah menegaskan stabilitas suplai menjadi kunci pengendalian harga. Jika pasokan menurun saat permintaan meningkat, maka lonjakan harga sulit dihindari.

Sementara itu, Langgeng Wisnu Adinugroho Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim memastikan stok pangan strategis di Jatim masih aman. Hingga 19 Februari 2026, BULOG telah menyalurkan Minyakita sebanyak 3,8 juta liter ke seluruh wilayah Jatim.

“Kita minimal sampai 2-3 bulan masih punya stok untuk memenuhi pasar-pasar di seluruh wilayah Jawa Timur. Beras juga kita menguasai stok sekitar 881 ribu ton. Itu untuk 14 bulan ke depan. Jadi, khusus beras dan minyak yang kebetulan jadi tanggungjawab Bulog, kita sangat aman Jawa Timur,” ujarnya. (bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hutama Karya Gelar Mudik Gratis Bersama BUMN 2026, 17 Armada Bus Rute Trans Jawa dan Trans Sumatra
• 8 jam laludisway.id
thumb
Patrick Kluivert Mengaku Masih Ingin Latih Timnas Indonesia
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Di Depan Trump, Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Perdamaian di Palestina
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kapolda Metro Pimpin Gerakan Bang Jasri di Kolong Tol Priok
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Negara NATO Sudah Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran, Perang Besar di Depan Mata?
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.