FAJAR, TEHERAN—Negara NATO dan sekutu AS, Polandia, memperingatkan warganya pada hari Kamis untuk segera meninggalkan Iran, dengan perdana menterinya mengatakan kemungkinan konflik sangat nyata.
Pernyataan dari Donald Tusk ini muncul ketika AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah di saat ketegangan atas program nuklir Iran meningkat.
“Harap segera meninggalkan Iran dan dalam keadaan apa pun jangan pergi ke negara ini,” kata Tusk pada hari Kamis di kota Zielonka di luar Warsawa, menurut Kantor Berita Anadolu Turki dikutip dari AOL.
Ia mengatakan, ini bukan untuk menakut-nakuti. “Saya tidak ingin membuat siapa pun khawatir, tetapi kita semua tahu apa yang saya maksud. Kemungkinan konflik sangat nyata,” tegasnya.
Menurutnya, pergi dari Iran tidak bisa lagi ditunda. “Dalam beberapa, selusin, atau beberapa lusin jam, evakuasi mungkin tidak lagi memungkinkan,” tambah Tusk.
Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, dan kelompok serangnya bergerak dari Karibia menuju Timur Tengah.
Langkah ini akan menempatkan dua kapal induk dan kapal perang pendampingnya di wilayah tersebut.
USS Abraham Lincoln dan tiga kapal perusak rudal berpemandu tiba di Timur Tengah lebih dari dua minggu lalu.
Pada hari Rabu, Komando Pusat AS memposting foto-foto yang menunjukkan F/A-18 Super Hornet mendarat di dek USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
“Saat diluncurkan dari ketapel di kapal induk, Super Hornet dapat lepas landas dari posisi diam dalam waktu kurang dari tiga detik,” kata CENTCOM. (amr)





