JAKARTA, KOMPAS.com - Lapangan padel Fourthwall yang berlokasi di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, mendapat protes dari warga sekitar.
Warga mengeluhkan tingkat kebisingan yang berasal dari aktivitas di lapangan padel yang mulai beroperasi pada akhir Januari 2026 itu. Suara tersebut dianggap mengganggu tidur dan konsentrasi kerja mereka.
Suara pantulan bola ke raket dan dinding, disertai teriakan dan umpatan, kerap mengagetkan penghuni rumah yang menempel langsung dengan bangunan Fourthwall.
Baca juga: Banjir Rendam 10 Titik di Tangsel pada Jumat Pagi, 645 KK Terdampak
Warga mendesak agar lapangan ditutup sepenuhnya demi memulihkan ketenangan lingkungan.
Keluhkan suara bisingIdham (30), warga yang rumahnya menempel dengan bangunan lapangan padel Fourthwall, mengaku terganggu dengan suara dari lapangan yang beroperasi sejak pukul 06.30 hingga 23.30 WIB.
Ia mengungkapkan, suara aktivitas padel di lapangan tersebut bocor ke rumahnya karena dinding bangunan tidak cukup kedap suara.
“Itu terdengar sampai ke rumah kami. Dan itu mengganggu, ya terutama tidur, saat kerja di rumah, apalagi istri saya seringnya bekerja di rumah kan. Mengganggu anak saya, dan itu mengubah pola hidup kami menjadi lebih tidak sehat,” tutur Idham saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/2/2026).
Bahkan, kata Idham, lansia di sekitar rumahnya juga turut merasa terganggu dengan suara-suara dari aktivitas padel di lapangan tersebut. Padahal, lansia yang dimaksud sudah mengalami penurunan kemampuan mendengar.
Suara bising yang muncul sering kali membuat warga tak betah di rumah. Warga yang semula bekerja dari rumah memilih mencari tempat lebih tenang ke luar.
Sementara itu, tetangga Idham, Naufal, memilih pulang lebih larut agar tidak terlalu lama terpapar suara bising.
Baca juga: Babak Baru Kasus Penganiayaan di Jakbar: Naik Penyidikan, Laporan Balik Pelaku Tak Terbukti
“Aku tuh pulang kantor jam 18.00 WIB, sekarang jadi suka lembur padahal yang dikerjain juga ya kerjaan-kerjaan yang bisa dibesokin padahal. Jadi pulangnya jam 20.00, jam 21.00. Eh jam 21.00, jam 22.00 nyampe rumah masih main (Padel). Besoknya udah istirahat, bangun pagi dibangunin lagi,” ujar Naufal saat ditemui, Rabu.
Masalah peredamSejak November 2025, Idham dan Naufal sudah belasan kali melaporkan kebisingan ini melalui aplikasi JAKI. Setelah Fourthwall beroperasi pada akhir Januari 2026, intensitas laporan meningkat menjadi dua hingga tiga kali seminggu.
“Pokoknya dari semenjak mereka buka, itu intensitasnya bisa dalam seminggu kami lapor dua sampai tiga kali,” kata Idham.
Pada 31 Januari, mereka mendatangi manajemen Fourthwall untuk meminta penggantian lapisan dinding dengan material kedap suara dan penghentian operasional sementara.
Namun permintaan itu ditolak karena alasan bisnis. Pengelola menyebut material yang digunakan sudah sesuai standar internasional lapangan padel.





