Grid.ID - Pengakuan Dedi Mulyadi merasa belum berhasil dalam memimpin Jawa Barat mendadak jadi sorotan. Padahal, dalam sebuah survei terbaru, dirinya mendapat angka kepuasan publik mencapai 95,5 persen.
Usut punya usut, survei terseebut berdasarkan dari survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia. Dimana survei tersebut dilakukan dari kurun waktu 30 Januari hingga 8 Februari 2026 lalu.
Dengan total respoden yakni mencapai 800 orang. Dan metode yang diterapkan yakni dengan multistage random sampling dan margin of error kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Melansir dari Kompas.com, dibandingkan survei pada bulan Mei 2025 silam, tingkat kepuasan publik cenderung stabil. Bahkan meningkat tipis sekitar 94,9 persen.
Dan ya, terkait soal tersebut, Dedi Mulyadi sudah mendengar hal itu. Meski begitu Dedi Mulyadi merasa belum berhasil.
Namun tak dipungkiri olehnya, hal itu dianggapnya wujud kecintaan warga Jawa Barat (Jabar) kepada dirinya.
"95,5 persen itu mengangkat kecintaan warga Jabar pada saya, bukan angka keberhasilan.
Saya merasa belum berhasil dalam satu tahun ini," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga merasa angka kepuasan itu bukan cerminan dari keberhasilan kinerjanya. Melainkan wujud kesetiaan warga di bawah kepemimpinnya.
“(Cerminan) Yang setia memberikan dukungan terhadap kegiatan pembangunan yang hampir berjalan satu tahun.
Dan saya merasa bahwa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Saya merasa belum berbuat apa-apa," imbuh Dedi Mulyadi.
Kendati demikian, meski Dedi Mulyadi merasa belum berhasil dalam memimpin Jawa Barat, Founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi juga mengatakan bahwa tingkat kepuasan warga Jabar ini cukup mengejutkan.
Pasalnya, banyak banyak survei yang dilakukan jarang ada kepala daerah yang mendapatkan tingkat kepuasan hingga di atas 90 persen.
“Tingkat kepuasan yang terlalu tinggi mempertahankan saja sudah cukup bagus ya, karena di banyak tempat tentu tidak mudah mendapatkan approval rating setinggi ini ya.
Kita banyak pengalaman kepala daerah yang approvalnya di bawah 50 persen, ini di atas 95 persen, jadi sangat tinggi dan tidak ada yang mengatakan tidak puas sama sekali, tapi ada yang kurang puas 4 persen,” tandas Burhanuddin (*)
Artikel Asli



