Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapatkan surat resmi mengejutan yang berisi peringatan terkait potensi eskalasi besar di Timur Tengah. Iran dalam surat itu menyatakan siap membalas agresi yang disuarakan oleh Amerika Serikat (AS).
Iran, dalam surat tersebut, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan diam jika diserang oleh AS. Ia akan menganggap basis militer, fasilitas dan aset pihak yang dianggap musuh dalam kawasan sebagai target sah jika menghadapi agresi militer dari Negeri Paman Sam.
Baca Juga: Iran Ngotot Pertahankan Ambisi Nuklir, Trump: Tidak Ada Kata Damai
“Pernyataan dan sikap mereka menandakan risiko nyata agresi militer terhadap Iran,” ungkap Iran, dikutip dari Reuters.
Namun Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan perang. Meski demikian, pihaknya akan membalas secara tegas setiap serangan yang dilancarkan oleh AS.
“Iran akan memberikan respons yang menentukan jika menjadi sasaran agresi militer,” tegas Teheran.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa senjata nuklir tidak boleh dimiliki oleh Iran. Menurutnya, tidak akan ada perdamaian dalam kawasan jika senjata nuklir dimiliki oleh Teheran.
Baca Juga: Kesabaran Amerika Serikat (AS) Habis, Iran Wajib Capai Kesepakatan Nuklir Dalam Seminggu
Adapun Trump juga memperingatkan konsekuensi serius akan datang jika tak ada kesepakatan yang dicapai dengan Iran. Ia memberikan tenggat waktu tidak lebih dari sepuluh hingga lima belas hari.
Trump juga tidak menutup opsi militer demi menghantikan ambisi dari Iran. Militer Amerika Serikat sendiri telah mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur ke Timur Tengah.
Baca Juga: Rusia Sentil Amerika Serikat (AS), Jangan Macam-macam Apalagi Berani Serang Iran
Adapun Iran menolak tuntutan dari AS. Ia menegaskan hanya bersedia membahas isu nuklir. Teheran menyebut upaya pembatasan arsenal rudalnya sebagai garis merah, serta terus menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai.
Iran juga memperkuat kesiapsiagaan militernya dalam menghadapi potensi serangan dari AS. Citra satelit menunjukkan aktivitas perbaikan dan penguatan fasilitas nuklir serta pangkalan rudal. Iran juga menggelar latihan militer gabungan termasuk pengerahan pasukan khusus menggunakan helikopter dan kapal perang.
Baca Juga: Waspada Kejutan Amerika Serikat (AS), Iran Test Roket hingga Diam-diam Bangun Pertahanan
Meningkatnya ketegangan mendorong sejumlah negara untuk mengimbau warganya meninggalkan Iran. Rusia, salah satunya, telah memperingatkan risiko eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketegangan dari Iran dan AS.





