DILANSIR dari laman Pimpinan Pusat Muhammadiyah, puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar ibadah menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia merupakan jalan penyucian diri yang sarat dengan pahala dan hikmah.
Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa siapa pun yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan penuh harap kepada Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Pesan ini menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi spiritual yang sangat dalam, yakni membuka peluang penghapusan kesalahan masa lalu.
Namun, pengampunan tersebut tidak dapat dipahami secara sederhana. Puasa yang bernilai tinggi bukan hanya puasa secara fisik, melainkan juga puasa yang disertai pengendalian diri dari perbuatan dosa.
Menahan diri dari amarah, menjaga lisan dari ucapan buruk, serta menjauhi tindakan yang merugikan orang lain menjadi bagian tak terpisahkan dari kualitas puasa. Jika seseorang hanya menahan lapar dan haus tetapi tetap melakukan keburukan, maka esensi puasa belum sepenuhnya tercapai.
Baca juga: Ramadhan Jadi Madrasah bagi Muslimin
Keistimewaan puasa juga terlihat dari janji pahala yang luar biasa. Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan balasannya, bahkan hingga ratusan kali.
Akan tetapi, puasa memiliki posisi khusus karena balasannya sepenuhnya menjadi hak Allah. Artinya, pahala puasa tidak dibatasi oleh hitungan tertentu dan berada dalam kemurahan Allah yang tak terhingga. Hal ini menunjukkan betapa agungnya nilai ibadah puasa dibandingkan ibadah lainnya.
Baca juga: Di 10 Hari Terakhir Puasa, Tubuh Berfungsi Maksimal
Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi momentum pembinaan diri. Puasa melatih disiplin, kesabaran, dan kepekaan sosial. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari mengingatkan manusia pada pentingnya empati terhadap sesama. Sementara pengendalian diri yang terus dilatih selama sebulan penuh membentuk karakter yang lebih kuat dan bertakwa.
Baca juga: Selama 30 Hari Puasa, Tubuh Lakukan Pembersihan Besar-besaran
Dengan memahami makna dan pahala puasa secara utuh, Ramadhan tidak hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan besar untuk memperbaiki diri, memperdalam keimanan, serta mendekatkan hati kepada Allah.ika
Editor : Redaksi





