Iran Kirim Surat ke Sekjen PBB, Ancam Respons Tegas Jika Diserang AS

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

New York: Iran mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa Teheran akan menganggap pangkalan, fasilitas, dan aset pihak yang dianggap sebagai “kekuatan bermusuhan” di kawasan sebagai target sah jika menghadapi agresi militer.

Dalam surat yang dikirim pada Kamis, 19 Februari 2026, misi tetap Iran untuk PBB menyatakan retorika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan “risiko nyata agresi militer,” meski Iran menegaskan tidak menginginkan perang.

Dikutip dari TRT World, Jumat, 20 Februari 2026, surat tersebut menyampaikan pesan bahwa Iran akan merespons “secara tegas” jika menjadi sasaran serangan militer.

Pernyataan itu muncul setelah Trump memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan “bermakna” dalam perundingan nuklir dengan Washington dalam 10-15 hari ke depan, atau menghadapi konsekuensi serius.

“Tidak mudah mencapai kesepakatan bermakna dengan Iran. Kita harus mencapainya, jika tidak, hal buruk akan terjadi,” kata Trump dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington.

Trump juga mengatakan AS mungkin akan “melangkah lebih jauh” jika tidak ada kesepakatan.

Peringatan tersebut muncul tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memperingatkan Iran akan menghadapi respons besar jika menyerang Israel. Pengerahan Militer dan Ketegangan Meningkat Ketegangan meningkat beberapa hari setelah putaran kedua perundingan Iran dan AS yang dimediasi Oman digelar di Jenewa.

Amerika Serikat telah meningkatkan kehadiran militernya di sekitar Iran, termasuk pengerahan kapal perang, jet tempur, dan pesawat pengisian bahan bakar.

Washington juga memerintahkan pengerahan kapal induk kedua ke kawasan. Kapal induk USS Abraham Lincoln, dengan sekitar 80 pesawat, dilaporkan berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran.

Iran juga menunjukkan kekuatan militernya dengan menggelar latihan perang melalui Korps Garda Revolusi Islam di Selat Hormuz.

Para pejabat Iran sebelumnya mengancam akan menutup Selat Hormuz jika diserang, jalur penting yang dilalui sekitar seperempat perdagangan minyak dunia dan seperlima pasokan gas alam cair global, menurut Badan Energi Internasional.

Kekhawatiran konflik antara AS dan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga:  Trump Beri Iran Deadline 10–15 Hari untuk Capai Kesepakatan Nuklir


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rahasia di Balik Doa yang Belum Terkabul
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makan Bergizi Gratis Sudah Diserap 8,4 Juta Penerima Manfaat di Jatim
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mayat Pria Tergantung di Hutan Unpad Diyakini Bukan Mahasiswa atau Karyawan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Desak Aparat Bertindak Tegas Usai BNN Ungkap Vape Jadi Media Baru Konsumsi Narkoba
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
NasDem Gelar Bukber, JK-Puan hingga Anies Hadir
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.