Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 26 poin atau 0,32 persen di level 8.300 pada pembukaan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar alias sideways pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 20 Februari 2026.
Bursa saham Asia menguat pada Kamis kemarin, didorong rally saham teknologi di Wall Street. Sementara ketegangan AS-Iran menjaga harga minyak tetap tinggi dan mendorong emas sebagai aset safe haven.
Perdagangan relatif sepi karena pasar Hong Kong, China, dan Taiwan tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek. Meskipun demikian, indeks Nikkei Jepang menguat 0,57 persen dan Topix naik 1,18 persen, yang dipimpin kenaikan saham-saham teknologi.
- Antara
Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melesat 3,1 persen dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,88 persen. Pelaku pasar menilai,.peningkatan aset militer di kawasan lebih sebagai bagian dari tekanan diplomatik daripada sinyal serangan segera.
Di sisi lain, Euro mengalami tekanan, setelah muncul kabar Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, berencana meninggalkan jabatannya lebih awal. Sementara itu, dolar Selandia Baru menyusul sikap bank sentral negara tersebut yang meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif.
"Support IHSG berada di level 8.200-8.230 sementara resist IHSG di rentang 8.300-8.350," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap sektor kredit swasta, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,54 persen, S&P 500 melemah 0,28 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 0,31 persen. Di sisi emiten, saham Blue Owl Capital anjlok sekitar 6 persen, selain itu Blackstone dan Apollo Global Management yang masing-masing turun sekitar 5 persen.





