Jakarta, VIVA – Elon Musk kembali memicu perdebatan di dunia teknologi setelah menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan berkembang hingga mampu menulis dan mengoptimalkan kodenya sendiri tanpa campur tangan manusia.
Menurutnya, praktik coding konvensional perlahan akan ditinggalkan karena AI dapat langsung menghasilkan kode biner yang lebih efisien. Dalam pertemuan internal bersama tim xAI pekan ini, Musk menyampaikan pandangannya secara lugas.
“Segalanya akan berubah, mungkin paling cepat akhir tahun ini. Anda bahkan tidak perlu lagi menulis kode sendiri. AI akan langsung menghasilkan kode biner,” ujar dia.
xAI merupakan perusahaan AI milik Musk yang resmi terintegrasi dengan SpaceX pada awal Februari 2026. Integrasi tersebut diyakini memperkuat ambisi Musk dalam membangun ekosistem teknologi berbasis AI yang menyeluruh.
Elon Musk menilai, kemampuan AI menghasilkan kode biner secara langsung akan melampaui kinerja kompiler tradisional yang selama ini digunakan pengembang perangkat lunak.
Nantinya, pengguna cukup memberikan instruksi atau prompt untuk memperoleh hasil yang diinginkan, tanpa harus melalui tahapan penulisan dan kompilasi kode seperti saat ini.
Pendekatan tersebut, kata dia, berpotensi memangkas proses pengembangan perangkat lunak secara signifikan. Elon Musk juga optimistis terhadap pengembangan model andalan perusahaannya.
“Kami memperkirakan Grok Code akan mencapai tingkat paling canggihnya dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Perkembangannya sangat cepat,” ungkapnya. Sebelumnya, xAI telah meluncurkan Grok Code Fast 1 pada pertengahan tahun lalu.
Model tersebut diklaim memiliki performa tinggi dengan desain ringkas dan biaya operasional yang efisien, sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pemrograman umum secara instan.
Dalam kesempatan yang sama, Elon Musk memaparkan rencananya membangun platform AI yang mampu bersaing di banyak sektor, mulai dari Large Language Model (LLM), generator gambar dan video, hingga perangkat pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Namun, di balik ekspansi tersebut, xAI juga melakukan penataan ulang organisasi. Dua pendirinya, Tony Wu dan Jimmy Ba, diketahui meninggalkan perusahaan pada 9 dan 10 Februari 2026.
Elon Musk pun menanggapi perubahan itu dengan mengatakan, “Ketika perusahaan berkembang, ada orang yang lebih cocok di tahap awal dan ada yang lebih sesuai untuk tahap berikutnya.”





