Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan ISF, Apa Saja Tugasnya Dalam Menjaga Perdamaian Di Gaza?

narasi.tv
6 jam lalu
Cover Berita

Indonesia diangkat sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) setelah menerima tawaran dari Amerika Serikat. Penunjukan ini diumumkan oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington, D.C. Indonesia, bersama dengan beberapa negara lainnya.

"Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," kata Jeffers, Kamis, dikutip dari siaran langsung Gedung Putih di Jakarta, Kamis (19/2) malam.

Komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian di Gaza tidak hanya merupakan wujud kepedulian terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut, tetapi juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi internasional dan misi kemanusiaan.

Indonesia siap menjamin bahwa kehadiran pasukannya di Gaza akan berfokus pada misi kemanusiaan dan stabilisasi, bukan misi konfrontatif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman global tentang kontribusi Indonesia dalam upaya menciptakan perdamaian yang berkepanjangan di wilayah konflik.

Mandat dan Tugas ISF di Gaza

Fokus utama dari pasukan ISF adalah untuk menciptakan keamanan yang mendukung perdamaian dengan melakukan pengawasan terhadap situasi yang berkembang di Gaza. Pembentukan ISF sendiri disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada 17 November 2025.

ISF tidak akan terlibat dalam misi militer yang bersifat konfrontasi, melainkan akan memberikan dukungan kepada pemerintahan sipil agar dapat berfungsi dengan baik.

Sebagai Wakil Komandan ISF, tanggung jawab Indonesia meliputi pengawasan dan koordinasi misi stabilisasi dan penegakan keamanan. Tugas ini mencakup memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bertikai, membantu dalam pembangunan infrastruktur yang hancur akibat konflik, serta mendukung proses pemulihan masyarakat sipil.

Dengan demikian, keberadaan pasukan ini diharapkan dapat memfasilitasi bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi yang sangat diperlukan oleh masyarakat Gaza.

Selain itu, ISF bertujuan untuk menjalin komunikasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat dalam konflik, yang memungkinkan terciptanya dialog untuk mencapai resolusi damai.

Persiapan Indonesia Mengirimkan Pasukan

Indonesia berencana mengirimkan sekitar 8.000 personel Angkatan Bersenjata untuk bergabung dengan ISF. Keputusan ini telah diambil dan disetujui oleh otoritas Palestina, yang menunjukkan adanya konsensus mengenai keterlibatan Indonesia dalam misi ini.

Dukungan dari pihak Palestina juga menjadi landasan penting dalam memastikan bahwa keberadaan pasukan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi keamanan, tetapi juga mendukung misi kemanusiaan yang diperjuangkan.

Rencana pelaksanaan dan pengiriman pasukan masih dalam tahap persiapan, meskipun detail teknis seperti titik penempatan dan lama penugasan belum sepenuhnya diumumkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini menjadi perhatian, mengingat kompleksitas situasi di Gaza yang memerlukan koordinasi dan perencanaan yang matang.

Proses pengiriman pasukan ini juga mencakup pelatihan untuk memastikan bahwa personel yang dikirim memiliki keterampilan dan pengetahuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan misi. Dengan pelatihan yang memadai, diharapkan pasukan Indonesia dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dan efisien.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jose Maria Balcazar Terpilih sebagai Presiden Interim Baru Peru
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Polri pecat eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik terkait kasus narkoba
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
BFI Finance (BFIN) Perpanjang Periode Buyback Saham, Siapkan Dana Rp100 Miliar
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Perempuan di Bali Dilecehkan Pemotor, Polisi Cek CCTV Cari Pelaku
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Dari 20 Sentimeter ke 1 Meter: Cerita Warga Cipete Utara Hadapi Banjir Pagi Ini
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.