Dari 20 Sentimeter ke 1 Meter: Cerita Warga Cipete Utara Hadapi Banjir Pagi Ini

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Intensitas hujan tinggi sepanjang pagi pada Jumat (20/2) di Jakarta memicu banjir di beberapa titik. Salah satunya di Jalan Gang Koba, Cipete Utara, Jakarta Selatan, tepatnya RW 06.

Berdasarkan pantauan kumparan pukul 09.15 WIB, sepanjang Jalan Gang Koba tampak tergenang oleh banjir setinggi pinggang orang dewasa atau 90 sentimeter. Selain karena hujan deras, banjir di kawasan itu juga akibat luapan Kali Krukut.

Petugas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jakarta Selatan, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipete Utara, dan petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sudah berada di lokasi untuk penanganan banjir.

Petugas lapangan BPBD, Bait, mengatakan banjir mulai terjadi sejak pukul 03.30 WIB dengan ketinggian 20 sentimeter. Banjir ini berangsur meningkat.

"Air mulai masuk sejak jam 03.30. Ketinggian awal itu 20 cm, berangsur naik," kata Bait.

Bait mengungkapkan, genangan air tertinggi di Jalan Gang Koba ini sempat mencapai 110 sentimeter pada pukul 07.30 WIB. Genangan ini, kata Bait, merembes masuk hingga ke permukiman warga di 3 RT RW 06 ini dengan ketinggian serupa.

"110 (cm) jam 07.30. Sekarang jam 09.00 lewat 16 menit sudah 90 senti dan sudah mulai turun," ungkap Bait.

Ada 3 RT yang terendam banjir pagi ini.

"Untuk permukiman itu di RT 2, RT 3, RT 4, RW 6. Jadi ada tiga RT," sambungnya.

Salah satu warga di RT 4, Rano (39) bercerita bahwa rumahnya ikut kebanjiran. Ketinggian banjir yang menggenangi rumahnya mencapai 70 sentimeter atau sepaha orang dewasa.

"Itu bisa sepaha. Sepaha orang dewasa," ucap Rano.

Kediaman Rano digenangi banjir sejak pukul 04.30 WIB dan sampai saat ini belum surut. Ia mengaku wilayah kediamannya ini langganan banjir hingga lebih dari 1 meter.

"Emang sering banjir sini. Hujan gede itu pasti banjir. Memang langganan. Ya kadang kalau emang ini, bisa sampai 1 meter setengah lah," ucap Rano.

Saat banjir tiba, bantuan-bantuan berupa sembako dan makanan sering datang dari kelurahan setempat. Meski begitu, ia berharap agar ada upaya lebih dari pemerintah agar banjir tidak terulang.

"Kalau harapannya sih ya penginnya biar kagak banjir lagi di sini, gitu kan. Supaya dari pemerintahnya bisa ngatasin. Kan sekarang kan cuma ada bantuan-bantuan doang, bantuan biasa dari pemerintah. Cuma untuk ngatasin banjir ini susah," ujar Rano.

Sampai saat ini belum ada warga yang dievakuasi akibat banjir. Namun Bhabinkamtibmas Cipete Utara, Aiptu Deni Anggoro, mengaku siap siaga untuk membantu warga menggunakan perahu karet bila evakuasi dibutuhkan.

"Apabila ada warga yang nanti minta diungsikan, kita akan kirim dari Polsek maupun Koramil dan Kelurahan akan mengirim perahu karet beserta ya tim-tim ini dari SDA, PPSU, dan lainnya," ucap Deni.

Di tengah hujan yang seringkali turun, Deni mengaku akan terus melakukan koordinasi dengan stakeholders setempat.

"Apabila nanti intensitas juga makin tinggi, baru kita koordinasi juga untuk tiga pilarnya; Pak Lurah, Pak Kapolsek, dan Pak Danramil," ujar Deni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andi Sumangerukka dan Andi Sudirman Sulaiman Bertemu Tito Karnavian! Bagaimana Nasib Pulau Kawi-Kawia yang Jadi Sengketa?
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Penggunaan AI Makin Masif, Saham Sektor Energi Terdampak Positif
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Aceh Bisa Tukar Uang Baru untuk Lebaran Mulai 23 Februari
• 36 menit lalumetrotvnews.com
thumb
10 Fakta Unik Soal Olimpiade: Medali Emas Isi Perak Hingga Cabor Memahat
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dibuang dari Skuad Persib, Adam Przybek Mendadak Pamit Pulang Kampung ke Wales! Ada Apa?
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.