Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara resmi menandatangani pakta kerja sama perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART), dengan salah satu poin kesepakatan terkait pemberlakuan tarif 0% bagi produk tekstil dan pakaian jadi (apparel).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa dokumen kesepakatan bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump hari ini, pasca-pertemuan bilateral kedua kepala negara di Washington DC pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Kesepakatan ini menjadi proses final dari proses negosiasi tarif yang berlangsung antara kedua negara sejak diumumkan oleh Presiden Trump pada 2 April 2025.
"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ. Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," jelas Airlangga dalam konferensi pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu Indonesia.
Berdasarkan dokumen resmi perjanjian ART, mekanisme fasilitas tarif preferensi untuk sektor padat karya ini didesain secara resiprokal. AS berkomitmen membentuk mekanisme yang memungkinkan produk tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia menerima tingkat tarif resiprokal nol.
Kendati, mekanisme ini memuat prasyarat kuantitatif, yaitu volume impor tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia yang diizinkan masuk ke AS dengan penurunan tarif akan ditentukan berdasarkan rasio kuantitas ekspor bahan baku tekstil dari AS ke Indonesia, seperti kapas atau serat buatan (man-made fiber) produksi AS seperti yang ditekankan pada Article 6.3 dokumen perjanjian ART.
Baca Juga
- Prabowo-Trump Teken Perjanjian Dagang, Gedung Putih: Kesepakatan Besar
- Resmi! Indonesia-AS Teken Kesepakatan Dagang, Tarif Trump 19% Mulai Berlaku?
- Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP Trump untuk Palestina, Israel Diwakili Menlu
Selain itu, Airlangga mengungkapkan 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini menikmati akses tarif 0% di AS mencakup minyak sawit (CPO), kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.
Sebagai timbal balik, pemerintah Indonesia juga memberikan fasilitas pembebasan tarif 0% untuk sejumlah produk agrikultur asal AS. Kendati demikian, Airlangga mengaku bahwa langkah ini justru sejalan dengan kepentingan pengendalian inflasi pangan domestik.
"Masyarakat Indonesia akan membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean [kedelai] ataupun wheat [gandum], dalam hal ini noodle [mie] ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," tegasnya.
Berlaku 90 Hari Setelah RatifikasiPerjanjian komprehensif ini dijadwalkan mulai berlaku secara efektif 90 hari setelah kedua negara melakukan ratifikasi berdasarkan prosedur hukum masing-masing.
Dari sisi Indonesia, ujar Airlangga, pemerintah akan segera membawa draf kesepakatan ini untuk dikonsultasikan lebih lanjut dengan DPR.
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan kedua negara sepakat untuk merevitalisasi Council on Trade and Investment untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan dan memitigasi risiko lonjakan impor ke depannya.
Menurutnya, forum itu akan menjadi dewan ekonomi bilateral untuk menyelesaikan potensi sengketa perdagangan dan anomali arus barang.





