Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Amerika Serikat sepakat mencabut sejumlah pasal non-kerja sama ekonomi dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Indonesia. Airlangga mengatakan berbeda dengan berbagai perjanjian ART yang diteken AS dengan negara lain, dalam kesepakatan dengan Indonesia tidak lagi memuat klausul di luar sektor perdagangan. “Berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain, Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang nonkerjasama ekonomi,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2). Airlangga menyebutkan pasal-pasal yang dicabut tersebut di antaranya terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, juga pertahanan dan keamanan perbatasan.
“Sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” imbuh Airlangga. Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2). Dokumen kerja sama itu bertajuk New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance. Airlangga menyebut, penandatanganan dilakukan secara bersama oleh kedua kepala negara.
“Dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama selama 30 menit sesudah kegiatan board office tadi pagi,” tuturnya. Pembahasan mengenai lampiran dokumen ART dilakukan bersama antara Indonesia dan AS di Kantor The Office of the United States Trade Representative (USTR). Dalam kesepakatan itu, Indonesia dan AS sepakat memperkuat kerja sama ekonomi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Salah satu poin utama adalah pembentukan Council of Trade and Investment sebagai forum ekonomi bilateral. Melalui dewan tersebut, berbagai isu perdagangan dan investasi antara Indonesia dan AS akan dibahas terlebih dahulu jika muncul persoalan, termasuk kenaikan tarif yang dinilai terlalu tinggi atau kebijakan yang berpotensi mengganggu neraca perdagangan kedua negara. “Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, lantai pasok yang kuat dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara,” tuturnya.





