RI-AS Sepakati Komitmen Kerja Sama Rp649,42 Triliun, dari Agro hingga Manufaktur

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati komitmen kerja sama perdagangan dan investasi di berbagai sektor senilai USD38,4 miliar atau setara dengan Rp649,42 triliun.

Kesepakatan tersebut diresmikan dalam acara US-Indonesia Business Summit 2026 yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.

"Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.

Secara rinci, pada sektor agro, total kesepakatan pembelian mencapai USD4,5 miliar atau sekitar Rp76,10 triliun. Nilai tersebut mencakup komitmen pembelian kedelai sebesar USD1,37 miliar atau Rp23,17 triliun, gandum sebesar USD1,25 miliar atau Rp21,14 triliun yang direncanakan hingga 2030.

Selanjutnya jagung senilai USD855 juta atau Rp14,46 triliun, kapas senilai USD244 juta atau Rp4,13 triliun, serta berbagai produk agro lainnya yang mencapai USD800 juta atau setara Rp13,53 triliun.

Sementara itu, sektor industri manufaktur mencatatkan kesepakatan investasi yang lebih besar, yakni mencapai USD33,91 atau setara Rp573,48 triliun. Beberapa poin kerja sama utama di sektor ini meliputi kemitraan antara Kadin dengan USABC sebesar USD2,00 miliar atau Rp33,82 triliun.

Kemudian penyediaan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing senilai USD200 juta atau Rp3,38 triliun, hingga rencana raksasa pada industri semikonduktor yang masing-masing mencapai USD4,89 miliar atau Rp82,70 triliun dan USD26,7 miliar atau Rp451,55 triliun.
  Baca juga: Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang Tarif Resiprokal 19%

(Presiden Prabowo Subianto saat berbicara dengan Presiden AS Donald Trump. Foto: BPMI Setpres)
  Dorong peningkatan daya saing nasional
Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia sebagai mitra strategis membutuhkan forum bisnis yang melibatkan perusahaan besar AS dan asosiasi usaha untuk mendorong kolaborasi di berbagai bidang.

Fokus utama kerja sama diarahkan untuk meningkatkan daya saing nasional, terutama melalui pengembangan inovasi digital, kecerdasan artifisial, semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, serta transisi energi dan industri pengolahan.

Airlangga juga menegaskan selesainya Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi bukti kuat komitmen kedua negara dalam membuka akses pasar dan menghapus berbagai hambatan perdagangan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kepastian usaha yang lebih baik di Indonesia maupun AS.

"Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor," harap Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini 19 Februari 2026, Lengkap dengan Doa Berbuka
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Kesal Bertengkar dengan Suami, Ibu di Subang Bunuh Anaknya 
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Jadi Tersangka Lagi, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Diduga Terima Setoran Rp2,8 M dari Bandar Narkoba
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 20 Februari 2026 untuk Jayapura, Sorong, dan Ternate
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Tegaskan Masuk BoP Bentuk Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Palestina
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.