Pantau - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan sebanyak 8.000 pasukan TNI akan dikirim ke Gaza, Palestina, dalam waktu 1–2 bulan ke depan untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force ISF.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian atau KTT Board of Peace BoP perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Presiden menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan, "Mungkin tidak lama, 1–2 bulan lagi."
Ia juga menyebut kemungkinan adanya tim advance yang dikirim lebih dahulu ke Gaza untuk memetakan wilayah dan menganalisis risiko sebelum pasukan utama diberangkatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dipercaya menjadi Wakil Komandan ISF.
Presiden mengatakan, "Mereka minta kita jadi deputy commander."
Ia menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik untuk mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF dan menyampaikan, "Ya dipilih, ya kita cari yang bagus."
Dalam pidatonya di KTT Board of Peace yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Presiden kembali menegaskan komitmen tersebut dengan menyatakan, "Gencatan senjata di Gaza merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan."
ISF merupakan gabungan negara-negara anggota Dewan Perdamaian BoP Gaza yang bertugas memulihkan situasi pascaperang di wilayah tersebut.
Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyampaikan proyeksi ke depan akan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang bertugas bersama ISF.
Rafah di wilayah selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir akan menjadi tujuan pertama penempatan pasukan ISF.
Selain Indonesia, negara lain yang akan mengerahkan tentara adalah Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo, sementara Mesir dan Maroko juga akan mengirimkan polisi untuk melatih aparat kepolisian di Gaza.
KTT Board of Peace dipimpin oleh Presiden Donald Trump dan berlangsung sekitar tiga jam dengan agenda penyampaian pandangan serta rencana pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza oleh para perwakilan negara anggota dan tokoh inti BoP.



