Ramai Bendera Negara Asing Berkibar di Pantai Legian, Bali, Ini Penjelasan Lurah

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah bendera Australia berkibar di Pantai Legian, Kabupaten Badung, Bali, viral di media sosial. Warganet mempertanyakan alasan bendera itu dipasang di sekitar pantai.

Lurah Legian, Putu Eka Martini, mengatakan sejumlah pedagang memang sempat mengibarkan bendera Australia tanpa izin ke kelurahan beberapa waktu lalu.

Selain bendera Australia, ada juga bendera Inggris yang sempat dipasang oleh para pedagang.

Bendera itu dipasang sebagai penanda bagi wisatawan asing. Hal ini karena para pelanggan warung di sekitar Pantai Legian berasal dari Australia, Inggris, dan Belanda.

Selain itu, ada juga pelanggan yang meminta dipasangkan bendera tertentu sebagai penanda lokasi warung langganan mereka.

“Alasannya sederhana, itu dipasang oleh pedagang untuk semacam identitas warungnya atau memberikan tambahan ciri khas. Untuk membedakan antara warung satu dan warung yang lain,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/2).

Eka mengatakan, puluhan bendera itu telah dicabut pada Rabu (18/2) oleh Satlinmas Kelurahan Legian. Penurunan bendera asing berjalan lancar tanpa penolakan dari para pedagang. Para pedagang kooperatif dan bersedia benderanya dicabut secara sukarela.

“Hal ini sudah diantisipasi. Sudah Linmas kemarin pada Rabu (18/2) turun untuk diturunkan bendera-benderanya itu. Tindak lanjut dari informasi yang kami terima lewat Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat,” katanya.

Eka Martini mengaku langkah yang diambil saat ini masih bersifat persuasif berupa teguran. Namun, pihak kelurahan akan mengambil tindakan tegas apabila pedagang memasang bendera negara lain tanpa koordinasi.

Kelurahan meminta penjaga pantai ikut mengawasi ketertiban dan keamanan di sekitar pantai.

“Nanti kalau memang selanjutnya ada lagi seperti itu, kita koordinasikan dengan pengurus pantai. Jika perlu bisa diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin berdagang, kartu pedagangnya diambil atau dinonaktifkan. Itu akan kita koordinasikan lebih lanjut apabila terulang kembali di lokasi yang sama,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jemaah Syattariyah di Ulakan Tapakis Sumbar Belum Mulai Puasa Ramadan, Tunggu Hilal Terlihat
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Fenomena Salat Tarawih Kilat di Bulan Ramadhan, Sahkah Menurut Syariat?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Warga Haji Nawi Ngeluh Kebisingan Aktivitas Lapangan Padel, Lurah Perintahkan Pasang Peredam Suara
• 5 jam laludisway.id
thumb
20 Perjalanan Commuterline Terdampak Imbas KA Bandara Tertemper Truk
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Manuver Entitas Hong Kong Caplok 80% Emiten Percetakan BLUE, Saham Lompat 1.980%
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.