jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta masyarakat untuk tidak melakukan sweeping atau razia sepihak terhadap warung makan yang buka selama bulan Ramadan.
Cholil meminta para kepala daerah juga mengatur tempat-tempat bagi orang yang tidak berpuasa. Terlebih, bisa menghormati orang yang berpuasa.
BACA JUGA: MUI Keluarkan Fatwa Haram soal Buang Sampah Sembarangan
"Saya tidak setuju adanya sweeping-sweeping di bulan Ramadan,” ujar Cholil dikutip Jumat (20/2).
Cholil mengingatkan para pemilik warung makan juga harus menghormati orang yang sedang berpuasa. Hal itu dilakukan agar Ramadan ini bisa terus mengedepankan kedamaian.
BACA JUGA: Di Forum MUI, Prabowo Ajak Elemen Bangsa Bersatu Memberantas Korupsi
"Jangan sampai melakukan kemungkaran, karena tugasnya bukan men-sweeping, cukup perkuat diri kita, dan saling menghargai orang berpuasa dan tidak berpuasa," kata dia.
MUI juga meminta para kepala daerah harus aktif dalam mengatur agar mereka yang tengah mencari rezeki lewat usaha warung makan.
"Tetapi ini harus dimengerti oleh pemerintah setempat dan daerah agar diatur warung-warung yang buka tengah hari di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan.
Nasaruddin mengatakan Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan.
“Ramadan bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah rohani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




